Antologi Puisi

Memahami Esensi dan Kontribusinya bagi Sastra

Antologipuisi.com hadir sebagai ruang baru bagi karya-karya kreatif dari para penyair, penulis, dan pencinta puisi. Berakar dari domain lama puisipendek.net yang telah berdiri sejak tahun 2013, situs ini adalah lanjutan perjalanan dalam menghidupkan karya sastra dalam bentuk puisi, yang pernah mendapat wadah sementara di bega.one. Dengan menawarkan ruang bagi para pengunjung untuk membagikan dan mempublikasikan puisi mereka, antologipuisi.com bertujuan untuk melanjutkan tradisi panjang berbagi karya dan memperkaya dunia literasi Indonesia dengan kumpulan puisi yang menginspirasi.

Sejarah dan Evolusi Antologi Puisi

Asal Usul Antologi Puisi

Antologi puisi adalah kumpulan puisi dari berbagai penulis yang disusun dalam satu volume atau koleksi. Kata “antologi” sendiri berasal dari bahasa Yunani kuno “anthologia,” yang berarti “kumpulan bunga” atau “pemilihan bunga.” Dalam konteks sastra, bunga-bunga ini mewakili puisi-puisi yang dipilih dengan cermat karena kualitasnya. Antologi puisi memiliki sejarah yang cukup panjang dan mengakar dalam dunia sastra. Karya antologi pertama yang diketahui berasal dari abad pertama, disusun oleh seorang penyair Yunani bernama Meleager dari Gadara. Ia menyusun “Anthologia Graeca,” yang kemudian dikenal sebagai “Antologi Palatina.” Koleksi ini merupakan himpunan puisi pendek yang mencakup berbagai tema, mulai dari cinta, alam, hingga kehidupan manusia.

Konsep antologi tidak hanya terbatas pada Yunani, tetapi juga berkembang di berbagai wilayah di dunia. Di Persia, antologi puisi mencapai puncak kejayaannya dengan para penyair seperti Rumi dan Hafiz. Koleksi puisi mereka sering kali disusun untuk menampilkan keindahan spiritual dan kedalaman filosofi mereka. Tradisi mengumpulkan puisi dari berbagai sumber ini kemudian meluas ke Eropa dan bagian lain dunia, menjadi fondasi bagi banyak karya puisi dalam berbagai bahasa.

Close - Amanda R. Ray

We are different ages We have different views We like different people We always have news She made a decision And now she has me I give her a vision Of what used to be We love, we hate We disrespect, we appreciate We laugh, we show fear She’s always...

Izin Dulu - abudalta

ragam agenda teruk menumpuk
beraneka bersama datang caruk maruk

Pusing…
Pening kepala atas belakangku
napas pendek tersengal berlalu
bukan busung lapar tapi terlalu

kembung…
sebah lemah pusar menggelembung
seperti angan angin melambung

sang kuat perkasa pun melemah
si angkuh durjana pun menyerah
...

(TANGGA OKTA) KAPRIKONUS - Iqbal Muhammad Iqbal

Terlalu jauh jarak pandangmu akan mata hati
Di banding luas jagat Bima Sakti
Aku masih tersakiti
Menatap sedih dari jendela abu persegi
Menahan diri langkahkan kaki
Memilih menetap dikamar tengah pandemi

Kaprikonus
Yang seharusnya tak harus
Menyicip apa itu sebuah kama
Hingga...

Embus Rindu - Juple

Air fatamorgana
Seakan jadi nyata
Angin malam purnama
Sampaikan rinduku padanya

Di bawah pancaran purnama
Ku sujudkan syukur pada-Nya
Telah hadirkan bidadari
Yang mendamaikan hati ini

Ingin aku eratkan
Ikatan diantara kita
Agar tak terlupakan
Kisah indah kita bersama

Namamu selalu...

Anonymous - Kusuma Putri

musim telah berganti
kesejukan hujan dan rinainya telah berlalu
kini ku sadari
ada yang lain di hatimu
ataukah itu hanya prasangkaku?
entahlah….hatimu yang bisa jujur menjawabnya

kau boleh berlalu dari hidupku
pergilah….
tapi jangan kau gantung cintaku
bunga-bunga yang segar sedang menanti...

Patah Hati - Danny Faldy

Laut menghempaskan gelombang
Setinggi gedung-gedung pencakar langit
Hatinya remuk redam
Cintanya pupus tak sesuai harapan

Bahkan ombaknya kencang
Bergulung dan menghempas daratan
Perahu-perahu yang berlayar di atas tubuhnya karam
Pun orang-orang yang berusaha melarikan diri tak luput dari kemarahan

Laut sedang patah hati sayang

Sebelas-Sebelas - Annisa istianti bulla

Kala itu simfoni qolbuku tak menentu
antara bahagia dan kecewa
cerita dan nyata
ternyata tak menyatu
tak mampu kudiamkan semua ini
qolbuku terus mencari
kemana jalan yang harus kutapaki
hingga ia tak hadir lagi
hinggga ku tiba disebuah hutan
gelap namun...

Hanya Angan - Arneta Hanysti Zahra

Didalam sejuta angan,
Terbentang luas harapan
Terbesit penuh khayalan
Terembat sesat ratusan alasan

Hanya didalam angan,
Mengeluh menjadi menyenangkan
Mengenyam pilu menjadi ketenangan
Merengkuh tangisan dalam candaan

Ya,meski hanya sebatas angan semata nan sesaat
Namun,bisa membuat mereka bahagia untuk sejenak

Segenang Petang - Abrar Rabbani

matahari melorot sepinggang bukit
dan hujan jingga yang tiada habisnya mengguyur
menggelar banjir di sepanjang aspal selurus rumahmu
asap rokokkku asyik berenang renang
sedang aku tenggelam muram
kulirik spion motor tuaku
kuharap kita hanyut berdua

Pahlawan ku - Arif M.a1096

Kau berjuang siang malam
Kau berjuang dengan tatapan tajam
Tak takut musuh menerkam
Darah mengalir dimukamu tak kau hiraukan
Satu dua tembakan tak kau rasakan

Dari Sabang sampai Merauke
Bersatu, demi menyatu
Merdeka atau mati yang kau ucapkan
1945 proklamasi dibacakan

Hey pahlawan...

IRAMA KEHIDUPAN - iwanFERMANSYAH

ku rangkai langkah hati seiring kerasnya dentuman nadi

ku gantungkan jiwa di pelukan hampa merangkai asa di kubangan dusta

walau terluka di sekujur asa tak ku menyerah di lingkaran masa

meski tak mungkin kutaklukkan seluruh tirani kan ku menangkan setitik asa dari sebuah...

Potret Tenaga Medis di Rumah Sakit - Mochammad Ronaldy Aji Saputra

Berada di tempat yang penuh duka
Separuh nafasmu kau serahkan untuk mereka
Siang dan malam yang berdarah-darah
Demi keselamatan mereka

Mengaliri mereka dengan cairan infus
Bergelut dengan bakteri dan virus
Kelak siapa lagi yang mengurus
Demi keselematan mereka

Keselamatan demi keselamatan untuk mereka
...

Minggu pagi - PencilSpirit

Kapan kali terakhir kita merasakan mata yang memandangi sibuknya burung gereja,
hinggap diantara ruas pohon muda,
tarikan nafas lega sedalam dalamnya,
tak mendengar bunyi klakson dan getar motor menyala,
hanya bunyi ayam jantan dan burung gereja,
masihkah kita sempat menikmati dingin dan malasnya minggu pagi,

Pikiran dan Hati - Eddo Ahmad Fauzi

pikiran bisa lebih berpikir rasional
bahwa dia tidak mungkin menjadi milik kita
aku tak mungkin bisa bersamanya

berbicara seperti itu seakan-akan
kita bisa melihat sebuah kenyataan

tetapi dalam kenyataannya
hatipun berkata bahwa
aku berharap kamu bisa mencintaiku
dan hidup bersamaku

Dampak - freanssie

Merindukanmu di pukul tiga pagi
Efek sakit hati
Tak terlelap, tetap terjaga
Merenung tentang hal lama

Tak pernah aku sangka jika dampaknya sebesar ini
Ternyata membencimu itu hal yang mustahil aku lakukan
Hingga detik ini
Membencimu masih menjadi usaha sia-sia yang aku lakukan

Sejak Hilangnya Sajak - Rio Hartono

Sejak hilangnya Sajak
Tak lagi kurasa degub itu..
Saat mengungkap rindu dalam prosa Saat jiwaku mampu menyelami jutaan bahasa

Tak lagi kudapati imaji imaji cinta dan syahdunya tulisan yang menyimpulkan rasa..

Semuanya perlahan hilang
Semuanya perlahan menghambar dan tawar
Saat meredup dan terpatah jiwaku

Kolong Langit - Sanggara Nadja

Di atas langit raja siang bertengger
Di kolong langit ia keluar dari ufuk timur
Menari-nari hingga tenggelam di ufuk barat
Berpendar di lautan menghiasi

Ufuk barat menjadi batas ia menari
Malamnya rembulan mengganti
Apakah rembulan akan menari?
Atau sekedar bersedih hati?

Kita hanya penghuni...

Selamat Pagi Kawan - Rimbapena

Bahkan ketika langit sedang murung
tanpa sebait pun kicauan burung,
ini tetaplah tempat
dimulainya berbagai macam geliat.

Dahulu sekali,
aku hampir selalu melewatkan tempat ini dalam kendaraan bernama mimpi.
Aku turun beriring pening
lalu semata berbekal insting
akan kuseduh dan kusesap secangkir...

makna yang kau benci - muhammad mardi

sembari menanti tulis aku pelajari dari makna hingga arti aku kuasai,
ada dua arah yang berbeda semoga mampu di jumpai oleh akal dan hati,
bola mata yang manis di tatap hingga keji aku kau benci,
aku berjanji di atas pena dan kertas kau aku tlnjgi hingga akhir...

Asa - W Nugroho

wahai rumputan, pesanmu pada hujan
belum tersampaikan
karena angin masih ingin jalan-jalan
mengusir gerah badan

21/11/2018

Kerinduan Membisiki Telingaku - Agus Sanjaya

Wajah bulan enggan tersenyum di atas dada langit,
anak-anak gemintang
tak satupun mau mengintip

Di malam yang buta ini,
aku tak memiliki sebuah peta untuk menuju padamu

Jalan terlampau gulita,
aku tak menemukan istana cinta
tersesat jauh dalam kedinginan dan membeku

Kerinduan membisiki telingaku untuk...

Antologi Puisi di Nusantara

Dalam konteks Nusantara, antologi puisi mulai dikenal sejak era sastra modern Indonesia. Pada awal abad ke-20, muncul beberapa kumpulan puisi yang berusaha untuk menyuarakan suara rakyat, perasaan nasionalisme, dan kehidupan sehari-hari. Salah satu karya antologi paling terkenal pada masa awal ini adalah “Puisi Baru” yang disusun oleh Armijn Pane. Karya ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan puisi Indonesia, karena memberikan panggung bagi para penyair untuk mengekspresikan pikiran dan emosi mereka dalam bentuk yang lebih bebas dan eksploratif.

Pada era yang lebih modern, kita mengenal banyak antologi yang disusun oleh organisasi sastra atau komunitas penulis. Banyak penyair seperti Sapardi Djoko Damono, Chairil Anwar, dan W.S. Rendra terlibat dalam proyek-proyek antologi yang membantu memperluas jangkauan karya mereka. Antologi puisi dalam bahasa Indonesia juga sering kali mencerminkan perjalanan bangsa, menyuarakan kritik sosial, cinta, kerinduan, serta harapan terhadap masa depan.

Antologi Sebagai Bagian dari Budaya Digital

Dengan perkembangan teknologi dan internet, antologi puisi kini mendapatkan ruang baru di dunia digital. Situs seperti puisipendek.net telah menjadi platform yang penting bagi para penulis amatir dan profesional untuk membagikan karya mereka secara bebas. Dunia digital memungkinkan karya-karya ini menjangkau audiens yang lebih luas, melintasi batas geografis, dan melampaui keterbatasan publikasi cetak.

Saat ini, antologipuisi.com melanjutkan peran ini dengan menyediakan ruang bagi karya kreatif dari pengunjungnya. Antologi digital menawarkan kesempatan bagi penyair dari berbagai latar belakang untuk berkolaborasi, menemukan inspirasi, dan saling memberikan dukungan kreatif. Dunia digital juga memungkinkan pembaca untuk berinteraksi dengan penyair secara langsung, memberikan apresiasi, kritik, dan tanggapan terhadap puisi-puisi yang dibagikan.

antologi puisi menyentuh hati

“Waktu per waktu perlahan berlalu Siap memanggil kejadian baru Keputusasaan menjadi pemicu antara mundur dan maju.”

– Iqbalmukhlis

Konsep dan Karakteristik Antologi Puisi

Keanekaragaman Tema dan Gaya

Salah satu ciri utama dari antologi puisi adalah keberagamannya. Kumpulan puisi dalam sebuah antologi sering kali dihasilkan oleh berbagai penulis dengan latar belakang, gaya, dan pendekatan yang berbeda. Ini menjadikan antologi puisi sebagai cerminan dari berbagai perspektif kehidupan. Ada antologi yang menyajikan tema cinta, alam, spiritualitas, kritik sosial, hingga kegelisahan eksistensial. Keanekaragaman ini memberikan kekayaan tersendiri, memungkinkan pembaca untuk menemukan nuansa yang berbeda dalam setiap halaman.

Gaya penulisan dalam antologi puisi pun sangat bervariasi. Ada puisi yang menggunakan bahasa metaforis, penuh simbolisme, dan terkadang sulit dipahami pada pembacaan pertama. Ada pula yang menulis dengan bahasa yang lugas dan sederhana, namun tetap menyentuh. Kombinasi berbagai gaya ini memberikan pengalaman membaca yang dinamis dan menarik. Setiap puisi seolah menjadi potongan mozaik yang membentuk gambaran yang lebih besar tentang tema yang diangkat.

1436

Total Puisi

718

Total Kontributor

1534

Total Respon

Kontributor Terbaik

Kontributor terbaik yang karya puisinya telah banyak kami publikasikan, untuk itu kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Foto hanyalah random avatar, jika ingin tampilkan foto kamu, daftar email kamu di gravatar.com, nanti sewaktu kirim puisi, harap isi email yang kamu daftarkan.

abudalta

33 Kiriman

Zainab Baudin

31 Kiriman

Danny Faldy

16 Kiriman

na28

15 Kiriman

Fiqryghifary

12 Kiriman

Struktur dan Pengelompokan dalam Antologi

Setiap antologi biasanya memiliki struktur dan pengelompokan tertentu. Struktur ini dapat bervariasi tergantung pada tema yang ingin diangkat oleh penyusun antologi. Beberapa antologi dikelompokkan berdasarkan tema, misalnya cinta, alam, atau kehidupan sehari-hari. Ada pula yang mengelompokkannya berdasarkan kronologi, menunjukkan perkembangan karya penulis atau perjalanan suatu komunitas sastra dari waktu ke waktu.

Pengelompokan dalam antologi juga sering dilakukan berdasarkan latar belakang penulis, seperti usia, gender, atau bahkan asal geografis. Tujuannya adalah untuk menonjolkan keberagaman dan memberikan kesempatan kepada suara-suara yang mungkin jarang terdengar dalam dunia sastra arus utama. Struktur dan pengelompokan ini memberikan narasi tersendiri dalam sebuah antologi, membantu pembaca memahami konteks dan pesan yang ingin disampaikan oleh para penulis.

Kolaborasi dalam Karya Antologi

Antologi puisi adalah karya kolaboratif yang melibatkan banyak pihak. Selain penulis, ada editor yang berperan penting dalam menyeleksi, menyusun, dan menyunting puisi-puisi yang akan dimasukkan ke dalam antologi. Peran editor sangat krusial untuk memastikan bahwa setiap puisi memiliki tempat yang tepat dalam keseluruhan karya. Mereka juga sering kali menjadi jembatan antara penulis dan pembaca, membantu menjelaskan makna di balik puisi-puisi yang kompleks.

Kolaborasi ini mencerminkan semangat komunitas dan kebersamaan dalam dunia sastra. Antologi memberikan kesempatan kepada penulis yang belum dikenal untuk tampil bersama penyair yang lebih terkenal. Ini tidak hanya memperluas jangkauan karya mereka, tetapi juga membantu dalam menciptakan komunitas yang saling mendukung. Antologi juga menjadi ruang bagi para penyair untuk belajar satu sama lain, terinspirasi oleh karya-karya rekan mereka, dan mendorong batas kreativitas mereka.

Puisi-Puisi Dengan Rating Terbaik

ke-12 puisi ini merupakan puisi dengan rating minimal 8 dan dengan jumlah voters minimal 20 orang

Manfaat Antologi Puisi bagi Masyarakat dan Sastra

Media Ekspresi dan Identitas

Antologi puisi adalah media ekspresi yang kuat. Melalui puisi, penulis dapat menyuarakan perasaan, pemikiran, dan pengalaman mereka. Antologi memberikan ruang untuk mengekspresikan identitas individu maupun kelompok. Puisi sering kali mencerminkan budaya, tradisi, dan nilai-nilai masyarakat. Dalam antologi, berbagai suara dari latar belakang yang berbeda dapat bersatu, membentuk identitas kolektif yang kaya dan beragam.

Puisi-puisi dalam antologi sering kali membawa pesan yang lebih besar daripada sekadar kata-kata yang ditulis di atas kertas. Mereka dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan protes sosial, menyuarakan ketidakadilan, atau merayakan keindahan alam. Dalam konteks ini, antologi puisi berfungsi sebagai medium yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting kepada masyarakat.

Mulai Menulis

Agar hasil karya kamu semakin baik, tidak ada salahnya untuk mencoba menjadi kontributor kami, kamu bisa berlatih menulis di sini dan melihat sejauh mana feedback dari para pembaca puisipendek.net (kini menjadi antologipuisi.com) . Bila sudah siap, klik aja tombol kirim puisi berikut.

Pendidikan dan Pengembangan Literasi

Antologi puisi memiliki peran penting dalam pendidikan dan pengembangan literasi. Di sekolah-sekolah, antologi sering digunakan sebagai bahan ajar untuk memperkenalkan siswa pada dunia sastra. Melalui antologi, siswa dapat belajar tentang berbagai teknik penulisan, gaya bahasa, dan tema-tema yang diangkat dalam puisi. Mereka juga dapat belajar untuk memahami dan mengapresiasi perasaan serta perspektif orang lain melalui karya-karya yang mereka baca.

Selain di lingkungan pendidikan formal, antologi puisi juga berperan dalam mengembangkan literasi masyarakat secara umum. Membaca antologi puisi dapat meningkatkan keterampilan membaca, memperkaya kosa kata, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, dengan membaca karya dari berbagai penulis, pembaca juga dapat memahami beragam sudut pandang dan pengalaman, yang pada gilirannya dapat memperkaya pemahaman mereka tentang kehidupan.

Puisi-Puisi Paling Populer Sepanjang Masa

12 puisi paling populer yang paling banyak dibaca oleh pengunjung setia puisipendek.net (kini menjadi antologipuisi.com)

Pendidikan dan Pengembangan Literasi

Antologi puisi memiliki peran penting dalam pendidikan dan pengembangan literasi. Di sekolah-sekolah, antologi sering digunakan sebagai bahan ajar untuk memperkenalkan siswa pada dunia sastra. Melalui antologi, siswa dapat belajar tentang berbagai teknik penulisan, gaya bahasa, dan tema-tema yang diangkat dalam puisi. Mereka juga dapat belajar untuk memahami dan mengapresiasi perasaan serta perspektif orang lain melalui karya-karya yang mereka baca.

Selain di lingkungan pendidikan formal, antologi puisi juga berperan dalam mengembangkan literasi masyarakat secara umum. Membaca antologi puisi dapat meningkatkan keterampilan membaca, memperkaya kosa kata, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, dengan membaca karya dari berbagai penulis, pembaca juga dapat memahami beragam sudut pandang dan pengalaman, yang pada gilirannya dapat memperkaya pemahaman mereka tentang kehidupan.

Puisi Paling Populer Bulan Ini

Membangun Komunitas dan Menghubungkan Individu

Salah satu manfaat terbesar dari antologi puisi adalah kemampuannya untuk membangun komunitas dan menghubungkan individu-individu dengan minat yang sama. Antologipuisi.com, sebagai platform digital, memungkinkan para penyair dari berbagai latar belakang untuk berkumpul dan saling berbagi karya. Ini menciptakan ruang di mana orang dapat merasa didengar dan dihargai atas kontribusi kreatif mereka.

Komunitas puisi seperti ini juga sering menjadi tempat untuk bertukar ide, mendiskusikan karya, dan memberikan kritik yang konstruktif. Melalui antologi, para penulis tidak hanya mendapatkan apresiasi atas karya mereka, tetapi juga mendapatkan umpan balik yang berguna untuk pengembangan diri. Ini membantu dalam membangun hubungan yang kuat antara penyair dan pembaca, serta di antara para penyair itu sendiri.

Puisi Paling Populer Tahun Ini