Puisi Eka Mustika Berjudul Hilang tak tersisa 5 Bait 26 Baris
Hilang tak tersisa
Terjawab sudah perkiraan itu—
tak butuh waktu lama
untuk benar-benar berakhir jua.
Ada kecewa mengendap,
tapi apa daya… ya sudahlah.
Padahal sempat terpikir
kita kan berjalan lebih lama;
saling berkabar seperlunya,
mengurangi cerita yang tak perlu,
menjaga doa yang diam-diam kupeluk.
Namun semua tetap berlalu,
lenyap perlahan di antara hari.
Apa yang dibangun ternyata ilusi,
retak secepat kilatan kenangan
yang tak sempat kupahami.
Rasa itu hilang tak tersisa,
padam seperti cahaya ditebas senyap.
Ya, semuanya telah berakhir—
meninggalkan jejak
yang bahkan tak sempat mengering.
Terima kasih pernah singgah,
meski hanya sekejap mata.
Biarlah kenangan itu menjadi cerita
tentang perjumpaan singkat
dengan seorang kakak
yang pernah membuat hati berhenti sejenak.







