Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

DI HALAMAN MUSHOLA

DI HALAMAN MUSHOLA

Ada mega merah dadu di halaman mushola. Bulan sipit mengernyit. Anak-anak TPA mengayuh angin, mengejar Alif ba ta. Ada mega merah dadu di halaman mushola. Bulan jelalatan, matanya mengerling nakal. Anak-anak TPA berlari riang, sebentar lagi petang datang. Ada mega…

(TANGGA OKTA) KAPRIKONUS

(TANGGA OKTA) KAPRIKONUS

Terlalu jauh jarak pandangmu akan mata hati Di banding luas jagat Bima Sakti Aku masih tersakiti Menatap sedih dari jendela abu persegi Menahan diri langkahkan kaki Memilih menetap dikamar tengah pandemi Kaprikonus Yang seharusnya tak harus Menyicip apa itu sebuah…

(TANGGA OKTA) SEIN EEN LIEFDE

(TANGGA OKTA) SEIN EEN LIEFDE

Senyap malam meraba Tak ada suara lokomotif di luar sana Hanya nuansa terang gelap di mata Tapi denting hati serasa diraba Pada sebaris notif dari dunia maya ‘Ahh, perasaan ku saja’ … ‘Ping’ … Aku tak bisa ber paling Blitar,…

Teruntuk guruku

Teruntuk guruku

Engkau pernah banyak berkisah cinta kepadaku ajarkan segala luka hingga aku tak terhina Engkau tuliskan adab pada nafsu-nafsuku kenalkanku pada hikmah segala tanya Bu Kerutan wajahmu adalah kumpulan kisah lugu kami tebal lensamu adalah peluh bakti yang sadurkan segala norma…

(TANGGA OKTA) PROLOG SEBUAH PAGEBLUK

(TANGGA OKTA) PROLOG SEBUAH PAGEBLUK

Desisan angin tak lagi melipir dipinggiran beluntas Melain celetukan kabar penahanan dua minggu melintas ‘Apa apaan ini, dasar ma’lakas’ Semua berpulang Asap pabrik mulai jarang Hanya duduk bersama di bangku dalam ruang Buana mulai sumringah lepas Mengayun bayu umbulkan kapas…

TERGANTUNG DIRI

TERGANTUNG DIRI

Sesungguh bernawaitu Kepada separuhnya inginku tersinggahi Menjadi bagi dalam bagian bagian dari keutuhan nan sejati Agar teringkarinya segala pelik yang membersamai palung sepi Namun, Memutik lagi sehelai kelopak sendu kisah lalu Menubuhkan sekelumit risau di wajah malamku Pun desau angin…

2020

2020

Jelita di ujung warsa Malam mengukir indah purnama Setahun memetik ruas rindu Memori ini takkan terkikis waktu Bolehkah ku kenang dirimu? Ingat lagi jalan yang pernah kita tapaki Ingat kembali apa yang kau jejali Jelas tak sesuai rencana Apakah ini…

Menyulam sobekan hati

Menyulam sobekan hati

Kurajut kembali sisa sisa harap .. Yang tersangkut di pekatnya malam .. Aku ingin menyunting bulan .. Menyusup relung pusaran hati .. Hingga bisa menyosong pagi .. Menyulam kembali sobekan hati .. Agar kelak .. Saat kau lupa tentang dirimu…

Mizuhara

Mizuhara

Hari-hari penuh sunyi Ku menyendiri didunia ini Tanpa kehadiranmu disini Membuatku terus membeku diri Meratapi kesunyian dunia ini Ku nyaris tenggelam Di naungan kesedihan penuh kelam Kenangan-kenangan indah telah terkubur dalam Hanya akan jadi pengingat dimasa depan Masih ingatkah dirimu..?…

Hilang Arah

Hilang Arah

Resah.. Mematahkan asa Memberatkan langkah Membelenggu jiwa-jiwa yang gundah Resah.. Alam basah Membekukan hati yang membuncah Merobek dimensi tak bertuah Menggelitik musafir untuk tetap singgah Ahh resah.. Rinduku meluap bak air bah Menenggelamkan imaji dalam darah Membunuh logika dengan mudah…