Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Bisakah?

Bisakah?

Apalah daya insan nan lemah Terkulai bagai daun yang layu Patah bagaikan ranting kayu Seribu rasa bercampur menjadi satu Berjuta peristiwa hadir berliku-liku Hanya dalam satu waktu Sudah berapa banyak cita yang terkubur Bibir pun tak sanggup tuk bertutur Melihat…

Tak Berujung

Tak Berujung

Tatap mata di ujung senja Hati sunyi nan sepi Terpuruk seorang diri Merenung di separuh memori Hatinya mulai lelah Raut wajahnya sudah berubah Setiap langkahnya tersandung Temaram di akhir kisah Kini matanya terpejam Beritahu aku jika ini sudah selesai Sayangnya,…

Sulit

Sulit

Aku di ujung perbatasan Dengan rasa sesal tak tertahankan Aku berbicara padamu Dengan tertatih bahasa tubuhku Semurung mendung sederas hujan badai Bernadakan kesepian Aku sendiri Aku menangis Haruskah menyesal dengan keputusan ini? Tentu saja tidak Yang ku sesali tak bisa…

Mulai

Mulai

Hai, puan. Nampaknya kau cukup sibuk belakangan ini. Di tengah banyaknya hal yang harus diselesaikan hari ini, coba ambil waktu berhenti sebelum memulai lagi. Bukankah kita pernah memimpikan berdiri bersama di atas ancala sambil menikmati swastamita? Kemari, akan kubisikkan. “Apa…

Rasa yang Ego

Rasa yang Ego

Bagaimana bisa rangkaian bunga yang telah dirangkai bersama oleh kedua pasang tangan itu Antara laki-laki dan perempuan yang pelik Tanganku yang cokelat dan tanganmu yang lembut Kita sama-sama merangkai dengan bahagia dalam pot besar yang penuh dengan kasih Tangkai demi…

Hadirmu Bagai Khayalan

Hadirmu Bagai Khayalan

Aku berdiri di sini, sendiri Menanti hadirmu yang tak pasti Ku katakan pada luka Bahwa aku baik-baik saja Segenap jiwa dan ragaku Hanya terikat padamu Lalu dia datang dan mengatakan jika kau akan kembali pulang Tersenyum, melihat hadirmu yang hanya…

Hadirmu Bagai Khayalan

Hadirmu Bagai Khayalan

Aku berdiri di sini, sendiri Menanti hadirmu yang tak pasti Ku katakan pada luka Bahwa aku baik-baik saja Segenap jiwa dan ragaku Hanya terikat padamu Lalu dia datang dan mengatakan jika kau akan kembali pulang Tersenyum, melihat hadirmu yang hanya…

Ibu

Ibu

Bu Aku ingin pulang sebentar saja sebentarr saja bu Aku hanya ingin merebah dan bukan mengalah Walau kisahku mungkin hanya interlud bagimu Aku hanya ingin sebentar saja merasa bahwa semu mereka padaku jadi luka bagimu bahwa tatihku ini adalah bangga…

Ayah

Ayah

Cinta pertama bagi gadis kecilnya Sesosok tangguh bagai kuatnya besi Rela membanting tulangnya Demi menafkahi anak istri Tak pernah tunjukkan lelah yang ia rasa Demi masa depan keluarganya nanti Meskipun usia telah paruh baya Teladan bagi anak lelakinya Tenaga banyak…