Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Sakit

Sakit

Sudahlah, Menyerah saja, Perih itu takkan lama Mungkin kau akan hilang selera Atau serupa zombie Yang hanya bergerak dengan otak yang tergeletak Hidup akan berjalan padamu atau padanya Dengan atau tanpamu Bersamanya atau tidak Waktu akan berdetak Walau kau tak…

Pilu Membiru

Pilu Membiru

Ada yang lebih biru selain pilu Di hari rabu semua sendu Kembali kelabu.. Pandangan sayu menatap api Yang perlahan mati Seakan rasa itu masih sakti Dan segala hal yang menanti Kita akan lewati dengan Hati-hati Pasti akan terobati Pasti… Jika…

Renungan Fajar

Renungan Fajar

kala fajar tiba saat terbitnya sang surya kan membawa banyak penghidupan kan mewujudkan beribu ribu harapan disebelah timur sana kau tampakkan cahya namun tak ada yang menyadarinya bahkan hanya sedikit saja

Candu Gebu

Candu Gebu

Aku bertanya disebulir air Tentang harap yang sungkan kukecap Tentang asa yang mulai merenta Adakah alasan untuk ku mencandu gebu? Hening, Hanya hening diantara bening yang sayup-sayup memeluk dalam gigil Dalam tengadahku, Kurajut selimut dari sisa-sisa lentiknya dunia Dunia yang…

Suara Hati Rindukan Ayah

Suara Hati Rindukan Ayah

Aku, Anak perempuannya. Yang merindukan sosok lelaki cinta pertama. Dimana saat kumelihat nya, Rasa ingin memeluk melepas semua rasa rindu itu sangat lah besar. Namun terhalang, Karena waktu dan keadaan. Kebersamaanku dengannya, tak pernah lebih dua jam apa lagi satu…

Rindu Serupa Aku

Rindu Serupa Aku

akulah peziarah sunyiyang berlutut di pusara senja meletakan seikat kamboja di atas makam kenangan bertuliskan rindu di lusuhnya punggung nisan “bisikmu cinta…” aku tak benar” meninggalkanmu semayamkanlah aku di hatimu agar kau tau rasa yang berpendar hangat dalam qalbuku kala…

Kulihat Kurasa Kudengar

Kulihat Kurasa Kudengar

Pantai ini telah sunyi Tinggallah kududuk sendiri Menatap lautan di garis pantai Ombak kecil bergantian menggapai kaki Meninggalkan buih di sela jemari Disini tulisan” itu kemudian terhapus Tersapu terbawa ombak dalam arus Bahkan beberapa kata lenyap Dipelukan samudera yang senyap…

Rindu Ini

Rindu Ini

Kian hari kian tersedu Akibat cinta yag telah layu Kemudian kudapati diri ini sedang merindu Pada hati yang dulu bersama ku… Rinduuu…rinduu…rinduuu… Sesekali kulihat diri mu dalam igauan ku…dalam angan ku Sesekali ku dengar canda mu…yang ku harap nyata ditelinga…

Sebelas-Sebelas

Sebelas-Sebelas

Kala itu simfoni qolbuku tak menentu antara bahagia dan kecewa cerita dan nyata ternyata tak menyatu tak mampu kudiamkan semua ini qolbuku terus mencari kemana jalan yang harus kutapaki hingga ia tak hadir lagi hinggga ku tiba disebuah hutan gelap…