Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Secangkir Diksi

Secangkir Diksi

Waktu terus mengiringi Detak jantung menemani Kunikmati secangkir diksi Disepetak ruang sunyi tanpa telepati Hati tak lagi memilih menanti Sebab pemiliknya sudah lama pergi Kini pikiranku berdiskusi Pada raga yang tersakiti Rintih tangis tak terbendungi Karena hati susah lama mati

Diksi

Diksi

jangan terkecoh diksiku, kasih itu seperti racun candu yang kaunikmati dengan segelas kopi cobalah amati setiap hisapan inti mengepulkan asap arti meleburkan diri kembali ke sejati. Agustus 2020

Mabuk cinta

Mabuk cinta

Candu aku pada bibirmu Gila aku pada aromamu Batari, itulah dirimu Nirmala menggambarkanmu Cendayam parasmu Candu aku mencintaimu Bayangmu saja membuatku gila Bertekuk lutut aku dihadapanmu adinda Kan aku lukis tentang kita sepasang insan bercumbu mesra dibawah cakrawala Aku dimabuk…

Ruang hampa

Ruang hampa

Hanya dengan tatapan mata Dan gaya bicara Yang lambat laun berubah menjadi rasa Rasa yang memenuhi ruang hampa Sebuah ruang yang tak pernah dibayangkan manusia Sebuah ruangan berdebu Yang hanya berisi pilu Yang dulunya hanya hitam putih dan abu-abu Kini…

secangkir diksi

secangkir diksi

saya dan sepi sedang berdiskusi saya tidak ingin kopi, saya hanya ingin secangkir diksi kami menikmati secangkir diksi dengan penuh hikmat sejak hari itu saya sangat mencintai sepi dengan teramat sangat.

Desaku yang ku Cinta

Desaku  yang ku Cinta

Kicau burung bersahutan .. Di pagi yang penuh kehangatan.. Bermain di puncak dan dahan Melengkapi alam desa penuh keindahan Udara segar bersemilir .. Memasuki sela sela desa Hari baru mulai bergulir Suasana rasa sentosa… Desaku yang kucinta.. Pujaan hatiku.. Tempat…

MATERI TAI

MATERI TAI

Berhenti hidup tak berarti mati Itu berawal dari soal materi Sebenarnya ku tak pernah peduli Tapi mengapa lingkungan ku selalu menghakimi Seolah materi yang lebih berarti Padahal semua takan pernah berarti Setelah hidup ini seketika terhenti Bukan berarti ku ingin…

Kerinduan

Kerinduan

Hari hari menjelang dingin yang sangat Kabari Dia agar hari hari mu tetap hangat Meski tak banyak bicara Cukup bilas dengan percaya Sembari berdo’a Oh tuhan Malam hari berselimut kerinduan Indahkan hari harinya dengan kebahagian Oh tuhan Detik detik yang…

Sabda angin

Sabda angin

Sabda angin melirih rindu Pada daun-daun jatuh di musim gugur Nampak setapak jejak yang hilang Di rimba terdalam tak bisa pulang Aku menyatu kedalam temaram Dalam bentuk rasa pemecah malam Menebas jarak demi rindu tergenggam Tubuhku dan tubuhmu tergeletak pasrah…