Secangkir Diksi

Waktu terus mengiringi Detak jantung menemani Kunikmati secangkir diksi Disepetak ruang sunyi tanpa telepati Hati tak lagi memilih menanti Sebab pemiliknya sudah lama pergi Kini pikiranku berdiskusi Pada raga yang tersakiti Rintih tangis tak terbendungi Karena hati susah lama mati









