Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Biar Tuhan saja yang tahu

Biar Tuhan saja yang tahu

Engkau memang bukanlah mentari, tapi kau mampu menghangatkan hari… Laksana bulan purnama di malam hari, engkau mampu menerangi masa lalu kelam… Engkau bagaikan hujan yang mampu membasahi ketandusan hati… Bagai debur ombak jantung ini ketika berada di dekatmu… Andai saja…

Sebuah Bayang

Sebuah Bayang

Aku adalah sebuah bayang Mencari sang pemilik bayang Sembunyi ia dalam bayang Siapakah sang pemilik bayang? Aku terdiam,terpaku Haruskah aku berlari tanpa arah? Lelahlah jikalau aku tak berhenti Haruskah aku mengikuti sungai? Itu bukanlah aku Adakah lilin untuk melihat cermin?

R U M I T

R U M I T

Masa itu, aku suka sekali melihat kamu. Hari itu, aku kagum pada paras dirimu. Setelah itu, Rindu pula yang hadir rasa ingin selalu menguasai menjadi egois. Kamu ilusi, yang aku ciptakan antara kenyamanan dan harapan. Sempat tersirat, kamu akan jadi…

Sunyi

Sunyi

Di seperempat ruangan yang kelam Aku melirik sunyi di sudut dinding yang membisu Ia menatapku tajam Seolah waktu telah memperbudak bola matanya. Jendela yang setengah menganga Memamerkan rintik hujan yang mati suri Aku enggan peduli. Sudah biasa di rayu malam…

Ujian

Ujian

Aku berbuat baik.. Tapi mereka menghakimi.. Aku sadar ini adalah ketentuan Tuhan.. Yang sedang mengajarkanku keikhlasan.. Ya Allah.. Jika ini memang ujian darimu Kuatkanlah aku Jangan biarkan imanku jauh.. Hanya karena setitik pedih darimu

Pak

Pak

Pak.. Walaupun kata-katamu kasar Ku tau kau berhati besar Pak.. Aku janji padamu Peluh keringatmu Akan ku balas dengan semangatku Air matamu Akan kubayar dengan prestasiku Tak berani ku janjikan gunung padamu Tapi ku pastikan, ku takkan buatmu malu