Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Rasa dan Asa

Rasa dan Asa

Ada langkah terhenti kala jemari tangan tak bisa mendekap erat Ada cinta masa lalu yg perlahan pergi tinggalkan kenangan Sedih bukan hal yg harus di ungkapkan pada sosok yg pergi tinggalkan tonggak murung menerka jawaban tak bertuan Ribuan guratan wajah…

Teresapi

Teresapi

Senyuman senja tampak hari ini Indah pelangi warnai penuh arti Siapa.? apa..? Penuh tanya berusah bertanya Jawaban semu hanya lukisan singkat tak bermakna Samar bisikan datang lintasi rungu Datang menusuk penuhi kalbu Tersentak dan terpaku Pada kilauan indah cahaya biru…

DI PENGINAPAN

DI PENGINAPAN

Dadaku ruang kosong yang tenang sebuah rumah segumpal hati yang hancur dari nyala yang ingin lepas dari tubuh. Kau bahan logam terbaik yang memerisaiku dari gempuran kesedihan. Mata kau istal megah tempat kuda-kuda paling tangguh singgah dan di beri makan.…

Penantian yang sia-sia

Penantian yang sia-sia

Sekian lamanya aku menunggu… Tak sedikit pun kau melihatku… Siapa aku??? Mungkin bagaikan DAUN yg sudah gugur dan di sapuh oleh angin… Atau… Selembar kertas yg kau coret oleh kemarahanmu… Dan penantian ku hanya sia-sia terhadapmu… aku sadar… Dengan kekurangan…

Rindu

Rindu

Hari sudah berganti lagi Mendungku masih seperti kemarin Seperti saat kau tinggal aku sendiri Tanpa kata pisah kasih Kurindu langit cerah Burung-burung terbang diantaranya Lalu kita menyaksikan Dibawah pohon cinta berakar kepolosan Sayang hari-hari baru membawa kita Dewasa dalam kenaifan…

Kamu Kamu Kamu

Kamu Kamu Kamu

Harusnya tidak ada pertemuan. Sepatutnya aku beri jarak. Jika akhirnya kita hanya kata ilusi. Getar suara itu membisik relung hati. Aku sadar siapa kamu. Tuhan, tahu betul mana yang unggul. Semua diciptakan berpasang – pasangan itu memang benar. Bisakah hidup…

siapa aku sebenarnya?

siapa aku sebenarnya?

kala itu semua berubah disaat yg tak diinginkan masuk dan disitu pula aku merasa aku bukan siapa siapa kalian membalikan sebuah waktu 10 tahun silam aku sudah tidak mengenal siapa ibu 6 tahun lalu aku baru kenal siapa yg menafkahiku…

Untuk Aisah

Untuk Aisah

Sudah lah.. Jangan mengeluh, itu hanya untuk ras lemah. Aisah .. Kamu cantik, pasti akan ada yang lebih dari yang kamu suka. Nikmati saja dulu kesendirian ini. Agar kamu paham artinya suatu hubungan sah. Jangan iri lagi, dia bukan orang…

menerkam asa

menerkam asa

Aku rela… Jika harus memandangimu walau tak sedikitpun tersudut senyum di bibirmu. Aku sanggup.. Jika harus berkali-kali di tampar oleh kata-kata mu yang tak pernah mau menerimaku.. Aku terima.. Jika kau terus-menerus menyuruh ku untuk pergi tinggalkan mu dan jangan…