Muram Purnama

Bulan purnama.. Janganlah wajahmu muram.. Jangan biarkan sinarmu jadi temaram.. Kupastikan padamu aku baik-baik saja.. Luka ini bukanlah derita.. Karena nestapaku hanyalah satu kata.. Kehilanganmu

Bulan purnama.. Janganlah wajahmu muram.. Jangan biarkan sinarmu jadi temaram.. Kupastikan padamu aku baik-baik saja.. Luka ini bukanlah derita.. Karena nestapaku hanyalah satu kata.. Kehilanganmu

Jangan tanya kenapa kami bersembunyi.. Kami pun tak ingin begini.. Jangan mencemooh kenapa kami berlari.. Sebenarnya kami ingin tampilkan diri.. Kami terpaksa.. Kami pun terluka.. Tapi kami tak lupa berdo’a.. Agar hubungan ini bisa nyata..

Aku dan kamu ada di titik beda yang nyata Tapi aku tau.. Kita bisa menyatukan rasa bersama.. Biarlah perbedaan itu ada.. Agar kita selalu bicara.. Bercerminlah pada pelangi.. Meskipun banyak warna tapi selalu bersama

Ini cerita kita.. Tentang rasa yang sederhana.. Romansa yang inginkan bahagia.. Namun.. harus terbentur nestapa.. Mungkin.. kita memang harus berpeluh.. Namun ku harap kau tak mengeluh.. Agar cinta ini tetap mulia.. Dan kantungi restu.. dari mereka.. yang kita cinta..

Bidadariku kini tersenyum lagi Bulan purnamaku kini merona kembali Andai ku punya kuasa waktu Akan ku biarkan waktu menjadi beku Wahai bidadari berwajah jelita Tetaplah kau tebar wangi cinta Jangan biarkan malammu pergi Karena pesona bulan purnamamu Akan selalu ku…

Ya Allah.. Terima kasih Atas berkah dan nikmat yang sudah kau berikan pada kami Jangan jadikan kami orang-orang yang sombong Karena semua kemurahan yang kau berikan itu Ya Allah.. Tapi jadikanlah kami orang-orang yang selalu bersyukur kepada MuJagalah kami Ya…

Wahai bidadariku.. Niat menyakitimu tak pernah tersirat.. Salah paham pun tak pernah ingin ku ikat.. Terimalah maaf yang tulus ku semat.. Dari hati yang kini tengah bermunajat.. Duhai bulan purnama.. Jangan biarkan ikrar cinta kita rusak.. Karena ego yang kian…

Mak.. Kau peri dunia terindah Cintamu tercurah.. Kasih sayangmu melimpah.. Pak.. Kau satria berkuda paling sakti.. Pengorbananmu terperi Seluruh tenaga kau beri Demi cemerlangnya masa depanku nanti Terima kasih mak..Terima kasih pak..

Saat ku buat orang tuaku bangga.. Tapi nyatanya.. Separuh rasaku tersiksa.. Saat kulihat bidadariku terluka.. Wahai bulan purnama Janganlah berurai air mata Jangan biarkan pesona senyumu tiada Karena kau buatku tak berdaya

Pak.. Kau setangguh beruang.. Sekeras batu karang.. Kau sering buatku takut.. Kau buat hatiku ciut.. Tapi.. Hari ini ku lihat air matamu.. Kau hadirkan kata maafmu.. Sekejap kau telah menyatukan retak.. Menyiram hati yang luluh lantak..