Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Nada Tunggu

Nada Tunggu

Aku benci dengan nada tunggu di hp ku.. Membiarkanku dalam ketidakpastian.. Merebakkan kepedihan tanpa kepedulian.. Bidadariku.. Jawablah panggilanku.. Jangan menggantungku untuk mendengar suaramu.. Ku rindu dengar kau sebut namaku.. Ku nestapa tak mendengar tawamu..

Aku denganmu tanda tanya

Aku denganmu tanda tanya

Suatu saat aku dan hujan menceritakan kisah sama Ia tentang dirinya dan seseorang katanya. Tentang daun dan hujan yang dijadikannya berpasangan Bahwasanya semua diduna demikian. Aku denganmu tanda Tanya Apakah seperti kata hujan pada para pengagumnya ?? Mengaku aku ini…

Badai

Badai

Badai besar itu datang tanpa ku undang.. Asaku luluh lantak.. Saat kulihat bidadariku marah.. Pondasi cintaku pun runtuh dalam sekejap.. Menyisakan puing penyesalan yang mendalam.. Wahai bidadariku.. Dengarlah harapan dari sisa keyakinanku.. Ku ingin cinta kita sekuat karang.. Jangan biarkan…

Restu

Restu

Kami masih disini Menanti walaupun tak pasti Harapkan restu orang tua menghampiri Hilangkan semua keraguan hati Dukunglah kami wahai semesta Lindungi perjuangan ini Sang Maha Pencipta Agar restu ini nyata Agar cinta ini dapat terjaga

Cincin Sempurna

Cincin Sempurna

Jangan minta ku ikat hatimu dengan benda Karena ku ingin mengikatnya dengan cinta Cincin itu memang menawan Tapi cintaku lebih mendalam Akan kuganti hikayat cintaku dengan umpama Karena cintaku.. Jauh lebih sempurna

Tega

Tega

Pak, harusnya kau kukagumi.. Sepatutnya kau kuidolakan.. Tapi justru kau hujani kami dengan pukulan.. Kau rampas senyum menjadi tangisan.. Pak, kau imam dalam rumah tangga.. Tapi kenapa kau harus membuat kami Tak berdaya..

Terpendam

Terpendam

Apa yang sudah kukatakan? Dengan pongah aku bicara kejujuran.. Padahal aku menyimpan kebohongan.. Sembunyikan romansa dengan bidadariku.. Biarkan purnamaku tertutup awan.. Karena mengakuinya mengundang amarah, Menghujamkan luka, di hati orang-orang Yang kami cinta..

Kemenangan

Kemenangan

Tuhan izinkan ku berteriak.. Karena kau berikanku keberhasilan mutlak. Bulan purnama, terimalah kemenanganku.. Yang ku persembahkan hanya untukmu.. Ku percaya ini bukan hebatku.. Tapi karena pertolongan dari Tuhanku.. Tuhan kita..