Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

puisi hatiku

puisi hatiku

hasratku terpesona.. akan keindahan bait yang kau susun seakan angin cintamu membelaiku lirih nikmat sekali dan amat mendamaikan aku mulai candu menelanjangi puisi jelmaan rindumu alunan bait demi bait yang kau hela mesrah membuat sirna hampa di jiwa puisimu menyingkap…

Sosok Pelita Hidup

Sosok Pelita Hidup

Mentari bersinar dengan cahaya yang kemilau Suasana indah menyelimuti pagi yang cerah Langkahmu menjadi saksi pengabdian Untuk mendidik dan mengajar Kaulah pelita di ujung pagi Kau sosok yang selalu di rindui Kau pahlawan bagi kami Dan kau sosok berharga untuk…

Sahabatku

Sahabatku

Oh sahabat, kau selalu setia mendampingiku Kau tak pernah meninggalkanku Aku sedih tanpa dirimu Semoga kita tidak berpisah Oh sahabat, betapa baiknya engkau Rela berkorban demi aku Terima kasih sahabatku Kau segalanya bagiku Aku akan selalu mendoakanmu Sayangnya sekarang kita…

IBU

IBU

Mengingatmu hatiku sedih dan rindu mengingatmu semakin nyata terbayang wajahmu Kelembutanmu senyum damaimu kasih sayangmu begitu melekat di hatiku do’a terbaikmu bimbinganmu ketulusanmu kau beri dengan sepenuh hatimu karena ingatan itu, luluh redam hatiku hingga tak kuasa aku menahan jatuhnya…

Laraku Pilumu

Laraku Pilumu

Saat pagiku kian mendekat Kau yang s’lalu ku ingat Sekalipun jarak terasa lambat Biarkan cinta tetap terikat Naluri sengbangi karsa Rasa yang terselubung tiada Diantara jarak kita bersama Rindu tak juga mereda Merekah penuh tanya Pada bayangmu yang tersisa Aku…

Tahun yang mencekam

Tahun yang mencekam

Tahun ini menjadi amat mecekam.. Membuat kita hanya terdiam.. Telah banyak usaha yg telah di lakukan.. Namun sedikit hasil yang memuaskan… Mulai dari banjir di ibu kota… Sampai corona yang sampai ke indonesia.. Banyak hal yang menakutkan… Tapi kita hanya…

Empat Musim

Empat Musim

Aku memiliki empat musim, kekasih. Musim pertama selalu ada hujan yang menemani sepi. Di musim kedua selalu ada kemarau yang menghapus air mata di lereng pipumu. Lalu, di musim-musim berikutnya aku mulai lupa, kekasih. Karna seluruh sisa-sisa musim hanya aku…

Oktober di Bukit

Oktober di Bukit

Pada bukit kami merangkak tanya Tentang persoalan yang terus mengeras Melihat tanda sapa menegur Merenggut setiap tanya Tanyaku adalah janjiku Yang kini tertidur melampaui usiamu Bukan aku menolak janjimu Tapi getah resah menegur kebosananku Oktober kembali mengatup Memungut tanya menanam…