Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Cinta itu sunyi

Cinta itu sunyi

Pagi ini, ketika matahari mulai meninggi dan lembah dingin mulai menjadi ramah aku kembali. Turunlah duduk disampingku jangan kau sungkan, aku kini bukan musuhmu lagi. Ini sudah ku siapkan secangkir hangat rindu yang bisa kita nikmati berdua. Sembari ku benahi…

Sampan usang

Sampan usang

Telah ku cabut jangkar luka yang sudah terlalu lama membusuk Bersiap meninggalkan rumah yang tidak lagi senyaman dahulu Kubentangkan layar-layar harapan lalu di tiup pasrah oleh angin timur Memaksa untuk kembali menuju samudera Riuh rendah ombak menari-nari Sampan usang terombang-ambing…

Sebilah cinta

Sebilah cinta

Indah alunan nada menyerkam jiwa Tentang rasa yang dulu sempat terkubur Kini kembali mengisi hati Menjamah seluruh sukmaku Sekian lama berada dalam kehampaan Termenung dalam kesunyian Berbalut dengan rindu dan pedih Rangkaian rasapun menyatu Tapi…. Sebilah cinta menghujam hatiku Manancap…

Andai

Andai

Andai aku jadi angin Ingin ku sampaikan semua kerinduan Tanpa perantara apa-apa Andai aku jadi air Ingin ku hanyutkan semua duka dan pedihnya luka Tanpa bicara dan bertindak Andai aku senja Ingin ku hiasi senyummu walau sementara Tanpa ada luka,…

Kapan Kau Kembali

Kapan Kau Kembali

Gemerlap cahaya di ufuk timur Menari tirai di dekat kaca Ku lihat cakrawala menjuntai dilangit biru Menatapku dengan penuh rasa Kini rasaku bercampur baur Melihat kenyataan yang pahit Gemparan virus melanda dunia Aki disini,tetap disini,dan terus disini Kita semua merasakan…

Bertemu Sang Mentari

Bertemu Sang Mentari

Ku beri nama sunyi Kau beri nama sepi Kita beri jarak tanpa spasi Katanya, Jauh dimata dekat di hati Semoga kita abadi Tak pernah ku tunggu Bisa bertemu dengan sang pujaan tanpa sengaja Apakah ini cinta, pada pandangan pertama ?…

Kami adalah satu

Kami adalah satu

Kami adalah satu Berpetualang menjelajahi waktu Mengarungi masa Melintasi zaman Kami adalah satu Dalam ikatan seragam putih abu Melepas tawa Berbagi duka Kami adalah satu Tiga tahun berjuang bersama Hingga terpisah di penghujung senja Kami adalah satu Beda arah tak…

Kaulah Pemenang!

Kaulah Pemenang!

Tendang bola pemikiran sejauh angan Rasuki setiap nyawa yang menentang Tajamkan tekat dan harapan Percaya kau bisa berkembang Rentangkan jiwa air yang tenang Kau adalah perwira di masa depan Semangat! Semangat! Hidupkan jati diri keberanian Sentil lidah lidah yang meragukan…

Tentang Lupa

Tentang Lupa

ajari aku tentang lupa agar aku bisa mencari bahagia karna ingat akan luka membuatku semakin tak berdaya ajari aku tentang lupa agar aku bisa belajar dewasa dengan semua rasa kecewa yang kau beri agar aku bisa rela dan tau diri…

Aku ingin mencintai

Aku ingin mencintai

Aku ingin mencintai Seperti aku merangkai puisi Aku ingin mencintai Seperti Lilin terkobar api Aku ingin mencintai Seperti desir angin menjatuhkan bunga melati Aku ingin mencintai Seperti malam menggantikan pagi Itu saja! Sahutku Madura, 05 April 2020