Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Antara Otak dan Hati

Aku takut akan masa depan Semua doa telah aku panjatkan Semakin hari engkau rupawan Hati gembira otak enggan Astaga tuhan, sungguh manis Tak cukup kata sampai habis Otak tak sanggup mata menangis Bukan kenapa tapiku tak bermaterialis Peperangan besar antara…

Tulisan Kecil di Tepi Kampus

Hari sangat abu-abu Tak terang tak hujan Banyak orang kulihat ragu-ragu Tak tenang seperti tak makan Sepasang kekasih di pojokan Di pojok kiri orang dikelompokkan Perempuan di kiri tugas dikerjakan Perempuan di kanan video diputarkan Di samping kiriku orang manis…

Harap Hirap

Rasa yang penuh harap kini mulai hirap Berlayar bersama perahu realita Sarayu mendayu-dayu Mengalir mengikuti takdir Anca-anca menyambut dwi atma Rasa yang mengambang semakin gamang Seakan menyuruh sabar atau sadar Tuan, maaf jika aku menjadi luka bagimu Bukannya bermaksud tapi,…

Bisikan Retak

diam. diam. ada suara. bukan? bukan. (ya, itu ada—jangan bilang tidak.) telingaku jatuh ke lantai. masih mendengar. tanpa tubuh—tanpa kepala— masih mendengar. kau bicara dengan lidahku. aku bicara dengan gigimu. gigi menggigit kata, kata menggigit darah, darah menggigit udara. (jangan…

Bukan Tentang Duniamu, tapi Aku

Dunia oh dunia… Terlambat aku merancang dikau.. Tercecah aku di hantam fakta.. Mungkin aku Lelah, bisa jadi aku jengah. Menjadi budak harta dan juga tahta..          Dunia oh dunia…          Dimanakan engkau menyembunyikan syurga..          Kondisi indah yang selalu di…

Aku kembali

Ke bumi,  aku pulang. Setelah  mengembara  di  antara  bintang, Menjelajahi  galaksi  yang  tak  terbatas, Aku  kembali  ke  pelukan  ibu  pertiwi. Bumi,  dengan  segala  keindahannya, Laut  yang  luas  dan  dalam, Gunung-gunung  menjulang  tinggi, Hutan  yang  hijau  dan  subur. Udara  segar,  menyentuh  kulitku, Menyembuhkan  luka  jiwa  yang  terluka. Suara  alam,  menenangkan  hati, Menghilangkan  rasa  lelah  yang  menghiasi  langkah. Ke  bumi,  aku  bersujud  syukur, Atas  segala  karunia  yang  tak  terhingga. Aku  janji  akan  menjagamu, Menghormati  keindahanmu,  dan  melestarikan  kehidupan. Di  bumi,  aku  menemukan  kedamaian, Rumah  yang  nyaman  dan  hangat. Ke  bumi,  aku  akan  selalu  pulang, Sampai  napas  terakhirku.

Ibu, Putra Kecilmu Sudah Besar

Ibu, lihatlah putramu kini sudah besar Besar bersama mimpi dan ambisinya yang juga besar Tubuhnya yang kecil kala dahulu, kini menjelma menjadi tubuh yang kekar Langkah kakinya pun, kini sudah cepat dan lebar Ibu, Lihatlah anakmu kini sudah mulai beranjak…

Sajak Perpisahan

Syair dan sajak rindu mulai tertulis dalam prasasti Abaikan resah, abaikan gelisah hati. Tiada hirau sendu, dan rindu dalam hati Ukirkan seuntai kisah pada satu prasasti Kabut pekat mulai turun menjadi tabir Egois, tak perduli pahit dan rasa getir Layung…