Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Menanti secercah cahaya

Menanti secercah cahaya

Termenung di bawah mega Terdiam di atas puing Berharap secercah cahaya dari ufuk sana Menunggu bangkitnya sang fajar yang mulai nampak dari sudut dunia Akankah semua terjadi Atau hanya angan yang mulai menggila Entah…… Apa yang tejadi nanti Disini, di…

Senyum palsu

Senyum palsu

Tertawalah bila engkau suka Berteriaklah bila kau takut Diri ini Sedikit melemah karena duka Hanya senyum yang bisa terlontar dari bibir ini Meski hati di rundung pilu Meski sakit ini kan hilang bersamaan dengan datangnya hujan Sungguh hina dan tega…

JALAN CINTA

JALAN CINTA

Di persimpangan ini aku berdiri Menatap jauh ke ujung aspal Menelusuri lorong hatimu Menapak got kalbumu Dalam mencari rambu cintamu Walau kerikil kerikil menghadangku Tikungan tajam menghalangiku Rasaku takkan pernah membelok Asaku kan terus melaju Dalam menjembatani cinta kita

Lagu Untukmu VIII

Lagu Untukmu VIII

kuterima kabarmu sepucuk sebaris tanpa salam ataupun sapa buat selintas sepi dalam dada maka kurenungkan kenyataan kesangsian ini melelahkan meski senandung belum usai sementara kita asyik bermain duri andai tidak terluka kitapun dapat membunuh diri dan mati bersama bimbang antara…

Teruntuk masalaluku

Teruntuk masalaluku

dear masa lalu.. Kini aku sudah terbiasa… Saat membuka bola mata dipagi hari tanpa pesan singkat darimu.. Saat notif ponselku tak lagi terpenuhi oleh perhatianmu.. Ya,kini aku sudah terbiasa.. Tak ada lagi kata selamat pagi sampai semoga mimpi indah.. Atau…

Hancur

Hancur

Aku menari dalam air mata Tersenyum sedang hati berduka Aku lemas dalam fikiranku sendiri Hidup saban hari menderita Tenang tenang Tidur lena mengharapkan segala yang binasa akan pulih Seleraku makin hancur Berlari jauh agar wajah kusutku tidak dinampakkan Aduhai hati…

Metamorfosis Jiwa Tua

Metamorfosis Jiwa Tua

Pernahkah kau dengar sebuah kisah Di bawah gemerlap mati hidupnya tujuh purnama? Seonggok jiwa tua berbicara dalam kebisuannya Menghitung sisa hari yang masih dimilikinya Pada penghujung hari yang dinantikan Di kala jiwa tua ini telah lelah berkelana Dan tak lagi…

anganku memiliki

anganku memiliki

mungkin dengan kata.. dengan rasa.. atau hanya sebatas angan.. aku ingin mengatakannya.. dan sesaat.. hanya untuk sejenak.. entah hanya dalam mimpi.. atau dalam pikiranku saja.. aku ingin memelukmu.. mendekapmu.. memanjakanmu dalam setiap waktuku.. meski tanpa kenyataan.. dan keadaan yg memungkinkan..…

Pujangga dan Hujan

Pujangga dan Hujan

Pada hari yang baik di bulan yang baik ini; Hujan turun lagi membasahi segenap pertanahan; Dibalik bulirnya seorang pujangga termenung; Menuliskan kembali lirik-lirik tersedih dalam puisinya: Wahai imaji hujan di masa lalu; Pernah kulupa namun mengapa belum kurela? Wahai melodi…

Aku mencari aku

Aku mencari aku

Aku mencari aku didalam aku Dalam rahasia yang aku tak tahu Dalam jiwa yang berdebu Lama aku terlena Ilusi khayalan penuh warna Bahagia dunia tidak lama Mungkin juga tidak bermakna Tidak aku bersedia Andai esok aku menghadap cahaya Aku ingin…