GE’ER

Saat Sang Matahari tenggelam … seolah dia ikut di dalam nya … Bagai Laksamana gagal total .. Ini hanya merasa wahai diriku .. tidak ada lebih dari yg kau harap kan .. Jangan buat hati mu bertanya – tanya ..…

Saat Sang Matahari tenggelam … seolah dia ikut di dalam nya … Bagai Laksamana gagal total .. Ini hanya merasa wahai diriku .. tidak ada lebih dari yg kau harap kan .. Jangan buat hati mu bertanya – tanya ..…

Ini bukan soal cinta…. Ini kisah dari Lubuk Kisaran .. Cerita Laksamana yang tak tahu arah .. Mengaku saudara jika dia rasa perlu .. Terlahir rendah adalah kekuranganku .. Mencoba untuk mengalah demi silaksamana .. Mungkin .. Bagaimana dengan ketinggianmu…

Tatapan ku mulai menerawang Memandang bintang…. Tanyaku tanpa jawab Tuhan disanakah Singgasana Senyumku terasa getir Bahkan beraroma perih Haah….mengapa semua hanya imajinasi Kalau boleh kupinta Tuhan…. Beri aku kesempatan…. Ijinkan aku mencintai…. Ijinkan aku dicintai

Senja pertama karam di Bumi Cendrawasih Perlahan beranjak tinggalkan Raja Ampat nan terkasih Senja kedua terbenam di Pulau Rempah juga Celebes Menguntai indah bak madu melebur hiasi Bunaken Senja ketiga kembali temaram di Tanah Borneo Bertahta di cakrawala khatulistiwa, diiringi…

Buat apa aku harus bermimpi sedangkan kau tiada lagi disisi Mimpi indah yang bertukar ngeri Malam-malamku dipenuhi tangisan sambil memanggil namamu Sedangkan jeritan sukmaku tidak lagi didengari Jalanku semakin longlai dan riak wajahku semakin suram Berada dibelakang kamu Aku melihat…

Aku masih mencoba, berkelana, juga mencari Ini adalah metamorfosis hidupku nan hakiki Mendalami tiap hentakan langkah kaki Aku berpegang pada keyakinan diri Dari beribu sangsi yang membelenggu mimpi dan ambisi Tebal tipis kabut kemunafikan kuperangi Tersandung di tengah jalanan terjal…

Diam seribu bahasa itulah aku Sekadar bersuara lewat kalbu Tak pandai aku berbahasa lagi merayu Apalagi mencipta kata palsu Tak mau aku bersandiwara Merangkai syair-syair cinta Layaknya sang pujangga Sebab cinta bukanlah permainan kata Bukan pula bualan semata Aku butuh…

Bukan demi tegak berdiri kau meneguk minuman berduri tiang-tiang berjajar sepanjang waktu menyerah pasrah menunjuk langit kau bersemayam dalam tiap hendak-Nya kau mengingatkanku pada Esa yang tinggal menetap dalam jiwa terhimpit ego yang kadang menyala pada nyali penakut seorang kawula…

Kamu tidak pernah tahu bagaimana aku harus menahan ribuan bahkan jutaan rindu ini untuk Dan kata tidak akan terus menjadi tidak Engak akan berubah menjadi iya

Tidurlah dengan nyenyak malam ini Aku tak bisa menjaga mu selalu Namun yakinlah cinta dan harapan ini Hanya untuk mu Akan ku sampai kan kepada sang malaikat Agar menemani mu malam ini