Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

RIBUTNYA HUJAN BERSAMA ANGIN

RIBUTNYA HUJAN BERSAMA ANGIN

jiwa yang telah dikecewakan, kini hidup dengan senyuman alam, bagaikan cantuman kecil membaiki jiwaku, kamu, kamu, dan kamu, telah menceriakan hariku, seolah-olah hatiku bergabung dengan tiupan angin, aku bukan sendiri, sedangkan daun yang berguguran itu penyeri hidupku, aku berbahagia meskipun…

Miskin Jiwa

Miskin Jiwa

Mana mungkin si miskin mampu memberi, Jangan cuba meminta padanya, Memberi menyebabkan jiwanya semakin kontang, Dia hanya mampu meminta-minta, Lebih baik menyendiri daripada dihina, Jiwanya sudah hancur pada pencinta dunia, Masakan lagi memberi, Minta saja pada Yang Maha kaya, Untuk…

Aku Terperangkap Dalam Ayatku Ini

Aku Terperangkap Dalam Ayatku Ini

aku terperangkap dalam ayatku ini, aku cintakan kamu, dimana kau pergi, hatiku sentiasa ada padamu, meskipun kau telah dicuri orang, hidupmu berubah indah, aku hanya pemerhati dari jauh, tersenyum, kau bukan milikku, tapi tak salah aku mencintaimu, sehingga akhir hayatku,…

Selamat Tinggal

Selamat Tinggal

aku tidak pernah mengikatmu untuk selalu bersamaku ketika kamu memang ingin pergi aku persilahkan kamu untuk pergi tanpa kembali apabila memang aku tidak seperti apa yang kamu harapkan tidak seperti apa yang kamu bayangkan pergilah dan tinggalkan tapi ingat! ketika…

Pikiran dan Hati

Pikiran dan Hati

pikiran bisa lebih berpikir rasional bahwa dia tidak mungkin menjadi milik kita aku tak mungkin bisa bersamanya berbicara seperti itu seakan-akan kita bisa melihat sebuah kenyataan tetapi dalam kenyataannya hatipun berkata bahwa aku berharap kamu bisa mencintaiku dan hidup bersamaku

Alam dan Firasatnya

Alam dan Firasatnya

Firasat mungkin sekiranya adalah sebuah pertanda. Bagaimana alam mencoba terus untuk berbahasa. Mengirimkan tandanya lewat sekelebat halimun. Kemudian larut menjadi tetes-tetes air hujan. Dan bila sekiranya kita tak lagi mampu memahami, Pesan apa yang terpahat pada ranting-ranting pepohonan. Dan bisikan…

Hujan di sore itu

Hujan di sore itu

Hujan di sore itu Karya INDRIYAWATI KOMALASARI Hujan di sore itu.. Kita lagi bersama Tertawa riang dan menikmati rintikan demi rintikan Yang membuat perasaan kita merasa tenang Hujan di sore itu…. Menghapus air mata kita Dan mengubahnya dengan kebahagiaan Kebahagiaan…

Sajak Nostalgia

Sajak Nostalgia

Senja telah berakhir ketika gelap perlahan menyapa Kulanjutkan langkah yang terhadang nostalgia Hingga bayangmu menjelma pesona Dan melutku celoteh tentang rindu Mengajakku berkelana diantara belukar lebat Yang buatku keringat untuk sesaat terasa nikmat Pelukmu yang berat hilangkan segala sesak Senyummu…

Pengikut Dajal

Pengikut Dajal

Dia senyum, Katanya indah, Dia pemurah, Tapi menyesatkan, Bila dia mula menyapa akidah, Berang wajahnya akan terpancar, Dia mahu kau ikut dia, Kelembah maksiat yang bebas pautan dari agama, Dia peluk sambil menyiummu, Tanda persahabatan, Kau jadi munafik..