Kala cinta

Kata hati terperangkap jiwa Kala jiwa merasa hiba Jika hiba merasa duka Saat duka menjadi luka Dalam luka menjadi cinta Karna cinta adalah penyembuh jiwa disaat luka maupun duka

Kata hati terperangkap jiwa Kala jiwa merasa hiba Jika hiba merasa duka Saat duka menjadi luka Dalam luka menjadi cinta Karna cinta adalah penyembuh jiwa disaat luka maupun duka

Seiring atma terasa gelabah, Kini rindu kian berirama Mengharapkanmu raga ini terus terdayuh Yang setia berangan sebagai derana Detik terus berdetak Perasaan yang kini bersemarak Janjimu tertinggal di setiap diksi Pair jantungku untuk sebuah adorasi Masih dibawah indurasmi Bernyali meski…

Kala detik melenyapkan waktu Bila jam melukis khayalan Drama baru pun melahirkan tragedi Semoga tak beranak menjadi ironi. Darah Putih mengalir lembut di alirannya Coba mencari tuan tuk berkisah Namun, tanah enggan menjadi tuannya Kemana darah ini kau biar mengalir.…

Selepas Maghrib yang berkasih, Merajut asa yg berkisah Tersirat namun tak bersurat Di kota kata Yang mati dicabik sepi belakangan ini Rindu lalu mengendarai Sepasang sejoli Hening, Pening, Pada jalanan kota yg mengasing Angin mengusik, Semesta berbisik Sang purnama pun…

Detik sang waktu mulai menggenit Menyeka hening yg menguntit Dan engkau masih menjerit Mengolah keluh Menurut yang tak tentu Apa kau sadar akan itu? Tidak kah? Rautmu payah, Kau lemah Bangkitlah! Tunjukan bahwa kau mampu Kau kuat, Kau bisa Kau…

“Jangan lupa Bahagia,” katamu di suatu waktu. ” Ah, aku sudah bahagia” sahutku saat itu, Jaga hati Lalu segaris purnama kau tumpahkan dalam senyummu Bagaimana mungkin aku menjaga sesuatu yang bukan milikku? Kita kemudian hanya mempu larut dalamn senja yang…

Hujan, Kembali mengajak bercerita pada kertas, Menggerakkan pena memuntahkan segala asa, Riak sajak demi sajak lepas berhamburan, Berbarengan dengan membenci sebuah rindu.. Ahh hujan, Bisakah rintikmu saja itu yang jatuh, Jangan kau ajak kenangan bersamamu, Apalagi membawa sebuah nama..

Menatap senja di penghujung hari Suasana hati yang sunyi menyepi Ku hanya seorang diri Merenung dengan separuh memori Burung-burung datang Menghampiri pohon rindang Daun kering mulai jatuh Bagai hati yang tak lagi utuh Seringkali menatap senja Tak kalah indah dengan…

Di sepertiga malam Arsy-Mu terbuka luas membentang Rembulan tersenyum bersama gemintang Hatiku merintih beranak bimbang Kulangitkan doa di kala banyak mata terpejam Namun salahkah jika aku memaksa meminta Padamu tentang dia di sepertiga malam Di sepertiga malam Waktu yang tepat…

Ada hati merindu Disaat semua mata terpejam Ada tangis yang merintih Dikesunyuian malam Suaranya lirih, Namun menggema di angkasa Tersirat makna di lantunan ayat-Nya Terucapkan nama disetiap doa. Yogyakarta, 19 Juni 2020