Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Wabah Saronen

Wabah Saronen

Saronenku memecah, Ketika aku menyanjungmu,aku menyimak larik Sapardi tentang suatu hari nanti Sementara orang orang mengurung seru dan aku berkeliaran mencari ketiadaan, Sebab saronen mewabah lebih cepat dari perkiraannya Lantaran pinisan duka itu telah koyak menjengat Ia fikir hedonisme dipercaya…

Runaway

Runaway

Aku berlari dibawah gelap Dipayungi putus asa Ditemani depresi Diikuti kesakitan dan kesepian Aku memilih berlari menjauh Berjauhan dari mereka membuatku tenang Setidaknya hidupku lebih baik sekarang Setidaknya hari ini Jalan yang kutuju belum juga berakhir Meski purnama telah menggantikan…

BISIKAN LANGIT

BISIKAN LANGIT

Berawal dari sang hawa dari tulang rusuk adamnya Aku hanya bisa menunggu tanpa bisa memaksa. Adakah kamu punya pandangan menarik mengenai perempuan? Aku yakin kamu menyesal tidak pernah mau melihat barang sedikit ke arahku. Aku terlalu bebas dalam berpikir. Kau…

Tenda Asmara

Tenda Asmara

Tak ada tawa diwajahmu Begitu jua langit yang meringkuk sore itu Padahal hatiku kembali berbunga Setelah sekian abad kerontang Kita bicara di bawah tenda Yang sedang kau bangun untukku Semua ini awal dari asmara Yang ternyata mendekam lama di relungku…

Tertatih

Tertatih

Remuk setengah jiwa ini Dihempas sikap dinginmu yang menyeruak Dikau lari bawa sobekan memar di hati Dan aku masih merayapi bola matamu yang membelalak Tatapku kosong bagai tak bernyawa Yang dihiasi muram dan palsunya senyuman Tubuhku lunglai tanpa makna Kemana?kemana…

Tak perlu terburu

Tak perlu terburu

Ketika terjatuh saat berlari Luka hinggap di kelopak mata yang sendu hingga tetesan keruh cumbui hati Siapa yg akan membasuh peluh?? Saat lelah melumuri jiwa Dalam lintas waktu dan sepenggal kisah berdirilah… seimbangkan agar tak jatuh Bergegas kembali tanpa terburu…

Pak Guru

Pak Guru

Pak walaupun kata katamu kasar ku tau kau berhati besar pak… Aku janji padamu peluh keringatmu akan ku balas dengan semangatku air matamu akan kubayar dengan prestasiku tak berani ku janjikan gunung padamu tapi ku pastikan, ku takkan buatmu malu

Lambaian daun jagung

Lambaian daun jagung

Rumput liar terangkat oleh tangan yang lunglai Tanpa semangat di tanah yang urung jadi haknya Mengais rizki dari tanah itu Ah…besok lagi tanganku gerakkan Semakin hijau warna daunnya Kemarin masih menguning pucat Menunggu hujan turun bersama petir Akar yang lapar…

PELANGI YANG TAK PERNAH MENJEJAK REALITI

PELANGI YANG TAK PERNAH MENJEJAK REALITI

Sesudah hujan petang rindumu mengawan dilapisan kabut warna bersarat cinta lalu menuang secangkir kasih mengisi rongga kehidupanmu yang ternganga kelaparan , Basah matamu tertumpah membekas dipipi awan bergumpal lidah di langit kelabu tercungap harapan hati yang tertawan di kolam gersang…

Tak Ada Kata Terlambat

Tak Ada Kata Terlambat

Semua memang hanya sesaat Namun diri jangan tetap sesat Cobalah walau harus terperanjat Jatuh dan lanjut memanjat Di sekitarmu berteriak itu tak kan bermanfaat Sudah.. Jangan berdebat Angin akan menopang ke berbagai tempat Dirimu dalam semangat Untuk jadi yang bermartabat…