Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Perjuangan kemerdekaan

Perjuangan kemerdekaan

Demi sang bendera merah Kau rela korbankan nyawamu, ragamu, keluargamu.. Demi berkibarnya bendera merah putih, demi bangsa ini Demi kemerdekaan ini… Kaurela bertumpah darah, keringat mencucur ditubuhmu Semangat yang membara dijiwamu Taklukan mereka pejajah negeri Tak sedikit pun rasa takut…

Mulutku membatu

Mulutku membatu

Wahai sepercik sinar dihadapan. Ketika kegelapan menyerang perjalan hidupku Engkau seakan menerangi tujuanku Dengan sepercik sinar aura kelembutan sikapmu. Wahai engkau sepercik sinar! Mulutku membatu saat hati bergejolok ingin menyatakan kebenaran padamu. Kini dalam diam hatiku terpaut padamu. Belaian kasihmu…

Hujan Rasa Kamu

Hujan Rasa Kamu

Dengarlah rintik hujan diluar jendela. Ia adalah getaran-getaran rinduku yang menua. Yang terkekalkan oleh batu-batu dihalaman rasa. Lihatlah rintik hujan diluar sana. Ia adalah benih-benih cintaku yang tiada. Yang jatuh dari langit-langit hati nestapa. Rasakanlah rintik hujan diluar jendela. Ia…

Untuk Sang Puan

Untuk Sang Puan

Tentang rasa yang begitu hebat Dari seseorang yang kini sedang terpikat Oleh cantiknya sang puan Yang sungguh indah dan rupawan Kau….. Dengan senyum manis dan berkilau Dengan mata yang begitu indah Hingga mampu membuatku slalu mendamba Tentang rasa ini…. Yang…

Kau dan Episode Hidupku

Kau dan Episode Hidupku

Kau mulai terus menyelaminnya semakin jauh ingin menyentuhnya Menyentuh setiap episode hidupku Yang akan membuat resah peran barumu antara kau dan episode hidupku telusurilah jalan cerita masa laluku Temukanlah peranku dan peranmu di situ cermati dan berdayakanlah pemikiranmu jika kau…

Almaza

Almaza

Anila malam menggenggam atma yang kian melemah Lalu lalang di ujung kota yang temaram Meniti lorong-lorong penuh kerinduan Ambu-ambu kerinduan yang pekat, tercium lekat Za, cinta kasih terabdi Aksara luka, masih menerjemahkan dirimu sebagai cinta

Simanis mata berkaca

Simanis mata berkaca

Ketika fajar mulai menyingsing Gerimis menggelitik debu-debu jalan Hembusan lembut angin pagi buta Menuai rindu melaju Sinaran tatapan mata terpacu atas bayangan Seakan nyata di atas ufuk pandangan Simanis mata berkaca Rindu melaju tanpa menuai kata Aku terbungkam dalam sunyi…

Hilang

Hilang

Puisi romansa, politik, dan rindu Hilang menjadi abu Berfikir bijak kala itu Berfikir cemerlang layaknya elang Kini hangus akan ketakutan virus menyerang Fikiran kacaw balaw tak karuan Senandung tinta ku tuliskan Senang dan gembira kurasakan Kala itu sebelum semua menjadikannya…

baik baik saja

baik baik saja

aku ingin baik baik saja seperti kamu yang tanpa sesal mendua aku ingin baik baik saja tanpa ada luka atau hampa aku masih ingin baik baik saja ketika semua jelas sedang tidak baik aku tetap ingin baik baik saja meski…