Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

ROSE

ROSE

Kuntum-kuntum merah kuning warna keindahan mekarmu mempersona wajah femina jagai dia setulus jiwa jangan dirobek ayu setianya , Sirami kasih tanda cintanya mawar menguntum sarat dihati bajailah ia setiap masa agar keceriaannya terpelihara . Raheem Jay Malaysia #hakcipta terpelihara2020

Bait Bait Rindu

Bait Bait Rindu

Kurindu Pada sajakmu Aksaramu hipnotis jiwaku Berkelana arungi dunia hayalku Kurindu Surat kecilmu Bagaikan semanggi empat Menjagaku hingga malam berganti Kurindu Suara paraumu Tiap pagi menyapaku Sehangat mentari menyetubuhi embun Kurindu Setiap doamu Kala sujudmu usai Aminmu bersambut tengadah tanganku…

Balon Balon Lope

Balon Balon Lope

Senyummu semakin mengutuk rindu Balon-balon lopeku pecah mengangkasa Mekarkan sakura merah muda di langit senja Satu satu surat cintaku mulai terbuka Di langit sana, pada reranting sakura ia terbaca Biarkan saja tatap camar cemburuimu dan dedaunan mendesah malu-malu Kala kukecup…

Aku,Dia dan Airmata

Aku,Dia dan Airmata

ku sangka cerah hingga ke petang hujan renyai di siang hari ibarat hati ku yang yak pernah tenang walau kebahagiaan di depan mata Aku menangis seakan ingin menjerit agar seisi dunia tahu betapa tersiksanya aku mencintai insan yang tak dapat…

Hati

Hati

Tidak kusangka hujan di tengah hati Habislah jemuran kain dan padi Tidak ku sangka ia berputar hati Tinggal aku seorang diri Kain siapa terletak di pantai Hati siapa dapat mendendam rindu Rindunya mendendam dalam hati

Secawan Candu

Secawan Candu

Rasanya tlah lelah sayap-sayap ini terbang mencari pintu ke hatimu Kau selalu berbalik dan menjadi bayangan semu Selebihnya aku meniduri angan di tepian telaga rindu Derunya selalu membuatku mabuk tanpa tahu waktu Bagaikan secawan khamar Setelah candu kutenggak habis Tanpa…

Sajak Edelweis

Sajak Edelweis

Kenalilah aku perlahan … Dimana sajakku terdiam Seharusnya kau lebih paham Mendekatlah …. Tiliklah kelam pupil mataku Tiada kebohongan jika itu tentangmu Karena aku adalah Edelweis Tumbuh mekar di hatimu yang gersang Aceh, 31 Oktober 2020

Lelaki itu

Lelaki itu

Sayupnya benar menyapa Ada terik yang tertinggal dan jingga mulai bercengkrama Waktu terus saja merias langit Sampai ada duka yang terlupa Lelaki itu tak lagi sendiri Kata takut pada udara sunyi,ikut terbawa anginya Dingin yang didambakan kini menjadi tawa berdua…

Ibuku sayang

Ibuku sayang

Waktu terus bergulir ibu… Tapi belum juga engkau memetik hasilnya Kuncup wangi bungapun belumlah tercium Apakah aku yang lamban ibu….??? Atau engganka waktu untuk mberikan aku ruang Atau kurang maksimalka giatku…?! Cahayamu mulai meredup ibu Anakmu pun sedang mengejar waktu…

Heningnya Hati

Heningnya Hati

Menatap senja di penghujung sore Dikala suasana hati yang sunyi menyepi Aku hanya seorang diri Merenung dengan separuh memori Burung-burung datang Menghampiri pepohonan yang rindang Daun kering mulai jatuh Bagai hati ini yang tak lagi utuh Seringkali kumenatap senja Tak…