Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

kesunyian Malam

kesunyian  Malam

Bezikir bintang menyatuhkan cahaya Kini aku menatap lagit yang selalu ada saban hari aku selalu menungg datangnya malam yang aku ingin sampaikan kisah yang kelam Segumpalan payoda melitasi langit yang kini hanyalah bunga malam Malampun telah tiba Serayu malam kini…

SAKTAH

SAKTAH

Diantaranya Kita hanya menjeda sejenak Memilih mensaktahkan diri sesaat nafas Dan setidaknya Ghunnah ini terus menderu syahdu Mendayu hingga pada waqaf yang lazim dan mutlak ;Berhenti Di kemudiannya Aceh, 11 November 2020

SAKTAH

SAKTAH

Diantaranya Kita hanya menjeda sejenak Memilih mensaktahkan diri sesaat nafas Dan setidaknya Ghunnah ini terus menderu syahdu Mendayu hingga pada waqaf yang lazim dan mutlak ;Berhenti Di kemudiannya Aceh, 11 November 2020

Hembusan Angin

Hembusan Angin

Hembusannya menyerulung ke dalam relungan sukma. Hembusannya menyapu daun yang berguguran di jalanan. Kini, jalanan yang biasa kau pijaki, menjadi jalanan yang tak pernah kuinginkan tuk kulewati lagi. Jalanan itu sudah berbeda. Jalan yang biasanya, kita lewati. Dimana tempat itu,…

NO WAY

NO WAY

Dan sedalam makna kukiaskan kata Serta merta seluruh ego yang mengangkasa Di wujudmu kitalah yang ternampak nyata Tatap memampang riuh membalada Jika kau tanya perihal ini suratan Siapkan saja sekantong duka biar kumakan Sudah terlanjur Kopiku pahit sejak dianggur kau…

Cinta Rasa Permen Kaki

Cinta Rasa Permen Kaki

di setangkai rasa, rindu terselip merah muda manis, asam warna menggoda kepekaan indra semanis-manisnya sapa menggoda celoteh burung sepasang dara ah, tak habis pikir jari kaki pun berasa manis kala bosan membelungsing notif sunyi dianggurin, kau suakan sepi cintaku seumpama…

Cinta Rasa Permen Kaki

Cinta Rasa Permen Kaki

di setangkai rasa, rindu terselip merah muda manis, asam warna menggoda kepekaan indra semanis-manisnya sapa menggoda celoteh burung sepasang dara ah, tak habis pikir jari kaki pun berasa manis kala bosan membelungsing notif sunyi dianggurin, kau suakan sepi cintaku seumpama…

Elegi Bilik Pelukis

Elegi Bilik Pelukis

Aku tak tahu bagaimana menamai diri Bagaimana membuka bilik memori Tak kutemui adanya pintu Tak kutahu jendelaku di mana Di mejaku hanya berhiaskan mawar menghitam Mungkin sarinya t’lah di tenggak perlahan oleh waktu tanpa kutahu Kelopaknya mengering kerut berbentuk sesabit…

Kau Yang Tak Bercelah

Kau Yang Tak Bercelah

Seolah bersebab Kita meritme sedalam gendang rasa Nada-nada selaras jadi Memetik tiap-tiap senar rindu senandung gelora pecinta Oh …. Kau yang membirama sebagai nyawa dalam pelaminan asmaraku Romansamu hanguskan rembulan di ufuk malam Serasa menjiwai di seluruh badani Hayatku tersuguhkan…