Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Melankolia

Melankolia

Tatkala hati risau akan keras nya dentuman cobaan, pair jantungku terisak. Kukuh aku menyakini diri akan teguhnya hati. Namun, lontaran konyol selaksa, hingga muak dibuatnya. Kalimat-kalimat bohong untuk berteguh hanya akan menikam perlahan demi waktu. Dapatkah risau terobati oleh lelap…

Bendera Berdarah

Bendera Berdarah

Dua bulan tampaknya telah berbeda Setelah manisnya kebebasan kita genggam, di atas tiang penghormatan Bapak proklamator berpidato di atas dunia, kita bangga melihat berita Hingga serdadu mengepung simpang lima, dendam berkobar dalam panasnya surya mendidih Lima hari terasa lumpuh, pertempuran…

Pahlawan ku

Pahlawan ku

Kau berjuang siang malam Kau berjuang dengan tatapan tajam Tak takut musuh menerkam Darah mengalir dimukamu tak kau hiraukan Satu dua tembakan tak kau rasakan Dari Sabang sampai Merauke Bersatu, demi menyatu Merdeka atau mati yang kau ucapkan 1945 proklamasi…

Celah Kejujuran

Celah Kejujuran

Di ujung lorong melempar batu, Tiada kena munculkan dendam, Mengakar masalah menusuk diri, Menari lembut diatas dahaga Lorong itu tak berujung, Sungguh aneh permalukan hati, Celah nyata mencekik dunia, Menopang raga hitam tak berbekas Jiwa tertanam dalam heningnya waktu, Menatap…

Jiwa Yang Hilang

Jiwa Yang Hilang

Petang itu, Kulihat samar-samar dari lubang pintu Wayah layu lunglai menyapu jalan Menggulung gerimis yang membasahi badan Petir tidak hentinya menggelegar Membelah malam mengguncang langit Menerangi kabut sekejap dalam bayang Mengurai makna kejadian yang terlucuti Tontonan mencekam datang membalut sepi…

Lolongan Petaka

Lolongan Petaka

Dua belas malam berdetak risau Suara jangkrik dan lolongan anjing menghiasi malam Kepala tanpa badan bersuka ria Diujung jalan setapak langkah menggebu Malam Jumat kliwon mengeluarkan auranya Membekukan darah si penyintas malam Menjentikkan jari menunjuk sang mangsa Penanda engkau si…

Malam Dunia Berbeda

Malam Dunia Berbeda

Sepi mencekam mengikat keberanian Dipinggir sebuah tiang menusuk jalanan Tangan renta berkeriput memegang kendali Jiwa-jiwa lama hadir menampakkan diri Gundah gulana melihat tatapannya Tiada berharap mimpi atau nyata Menutup bayang purnama dalam sekejap Meraih kesempatan mendulang mangsa Dua dunia berjalan…

Keping-keping Luka

Keping-keping Luka

Senja berlukiskan kelabu Awan bertuliskan sendu Mengingatkan semua kenangan ini Rintihan tangis menyayat hati Inilah keping-keping luka Telah menjadi cahaya lara Berhiaskan kerlip rembulan Merasakan tetes kepahitan Kutumpahkan setiap tetes mutiara Kutahan setiap perih siksa Meronta dalam dekapan doa Merintih…

DI UJUNG PENANTIAN

DI UJUNG PENANTIAN

Riak-riak kecil menyapu jalan, Membersihkan noda membuang luka, Memanggul dosa tumpuan nada, Bernyanyi sendu hati menggema Mata sayu menatap dunia, Menelisik keindahan tiada arti, Duka nestapa menanti berita, Si dia akankah kembali? Sudah sewindu tiada kabar, Ratap titipan menguliti jiwa,…

Bayangan Luka Karenamu

Bayangan Luka Karenamu

Hujan malam menerpa menetes di sela jendela Suram menepi ke jiwa hidup seolah tak bahagia Aku tak ingin rindu meski sesak di dadaku Dunia penuh bayangmu menghantui setiap waktu Rasa ini terlalu dalam terasa sulit untuk diredam Langitku semakin suram…