Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Ibuku Pahlawanku

Ibuku Pahlawanku

Ibu tercinta Penyayang hati Menjadi pelindung Di setiap langkahku Ibu adalah sumber Kekuatan dan inspirasi Menjadi pahlawan Di setiap hari-hariku Ibu tulus dan setia Selalu ada untukku Menjadi tempat curhat Saat aku merasa sedih Ibu, terima kasih Atas segala cinta…

Menimba Iba

Menimba Iba

Memelas mungkin membuatmu merasa pantas Tiada dibenakmu betapa takdir begitu culas Tinggal menunggu kala Sehingga ia disapa jengah Dengan menangis kau pikir akan muncul gerimis di matanya Lalu kemudian tercipta pelangi Mengusir dukamu pergi Tetapi sampai bila masa tiada akan…

Masih disini

Masih disini

Ya aku masih disini Menikmati hari hatiku Mengisi sepi Entah dengan siapa Ya aku masih disini Menikmati epilog mimpi Dalam limpahan rasa Dimanakah kau berada? Ya aku masih disini Masih disini menanti kamu

Genggam

Genggam

Naluri insan untuk menggenggam Tuhan memilihkan dia Hanyut dengan suka duka nuansa Apapun yang terjadi tidak boleh dilepas Waktu tak bisa berbohong Kembali dititik ku sadari Dia yang terikat tidak bisa ku genggam Semakin erat rengkuhanku semakin aku terluka Dia…

Tak di Duga

Tak di Duga

Ada selembar kertas ku genggam Tak di duga dirimu sedang meram Di bawah ratapan bulan yang sedang tersenyum Tanpa sepatah kata dalam kenyataan; meski mimpi mu sedang menggenggam Esoknya terbit yang lahir dari senyuman Tanpa sepatah kata dirimu membuatkanku sarapan…

Elegi cinta kasih dalam puisi cinta

Elegi cinta kasih dalam puisi cinta

Kupuisikan puisi cinta ini Hanya untukmu Yang memendam rasa diantara kita Tentang elegi kasih yang terpendam Kupuisikan puisi ini Sebagai pengobat lara Padamu saat aku Kembali memelukmu lagi Disaat itu Kupuisikan puisi ini Hanya untukmu Ya hanya untukmu

Si Lundu Mifahu

Si Lundu Mifahu

Aku Sang Munafik Memajang diri seolah bajik Sampah! Aku bingkai seolah rempah Ku jajakan pada penjajah Agar tak dinilai murah Sumpah! Aku sebenarnya penguasa Hanya berlagak rakyat jelata Bernaung di balik tahta Tanpa seorangpun menduga Telah kuinjak setumpuk karung pengorbanan…

Hanya Untuk Dipandang

Hanya Untuk Dipandang

termangu kala memandang wajahnya kecil mungil bak boneka cantik elok bak putri istana ingin hati menyebut rasa ungkap semua dalam dada entah suka entah cinta keduanya pun tak apa jantung berdegup kencang bertalu saat kau lewat napasku sekarat rasanya berbeda…

Sendiri nan Sakit

Sendiri nan Sakit

di kelam yang mengikat pekat ada pinta yang kian penat tarikan napas sesak ingat segala hal yang tlah rusak senyumnya lenyap tergantikan sendu sembab lubang di dada kian melebar sakit mengikisnya besar besar jiwanya hilang pandangnya kosong tak lagi ia…