Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Maniak filantropi

Maniak filantropi

Sirah bak darah Beranjau bagai Puspa mawar merah Mabuk kasmaran ayu laksana matik bercabang Lamun tanpa terperdaya Sela dua insan nan silih menyakiti Namun terus mengharapkan Silih memperdayai akan menyelimuti pandangan Tiada menghiraukan bila pergi Namun remuk kala ditinggal Muslihat…

Tuang Buih

Tuang Buih

Gelap itu terisi hitam pekat bagaikan buta Perlu adanya cahaya agar bisa meraba Tidak usah terlalu terang cahayanya Untuk membakar hitam pekat menutup mata Gandeng satu tahan seribu Daun jatuh menyingkap kaku Datang rindu kau pergi menjauhku Terlena diam akan…

Impian

Impian

Saat ku pandang langit yang biru Saat itulah kutau luasnya langit Saat ku pandang langit yang malam Saat itulah kutau banyaknya bintang Saat ku berbaring didalam kamar Saat itulah terbayang sebuah impian Impian yang hanya sebatas angan Tapi kenapa tidak…

Amaranggana

Amaranggana

Dibentangan terluas samudra Dalam lembaran cerita manusia Aku menuliskan sajak-sajak tak bernyawa Membaca semua tulisan buku Dan menterjemahkan rindu Yang ternyata hanyalah benalu Kan kubakar aksara luka Biar penatku tak lagi terbaca Berharap pilu tak lagi menganga Seperti masa kelam…

Perjalanan Hati

Perjalanan Hati

Tidak terasa dua tahun sudah aku terdiam Terdiam didalam ruangan yang kusebut kecewa Aku terkunci dan tidak dapat melihat apapun disana Matilah aku dibunuh sepi Dalam fikiranku… Apakah hati ini sudah tidak dapat menerima rasa Mengapa tidak ada yang bisa…

Dialog Pemuda dan Harapan

Dialog Pemuda dan Harapan

Pemuda dan Harapan Muak dia dengarkan cacian Lelah dia hiraukan makian Ada alasan dia begitu Setiap kali dia menunggu Begitu pula impiannya menjauh Dia tidak lupa Bahwa nawasena impiannya Tetapi manusia tidak berdaya “Aku takut” kata Pemuda “Bagaimana kalau malang…

Jiwa Yang Bertaut

Jiwa Yang Bertaut

Hidup memang layaknya kanvas putih Beribu warna menyapu hangat tiap harinya Kan ku ceritakan warna yang tak kusuka Soal hati yang berusaha rela namun tak percaya Aku tak tau mengapa secepat itu Konon bunga baik dipetik lebih dulu Tapi mengapa…

Apa Kabar Ibu Pertiwi

Apa Kabar Ibu Pertiwi

Pertiwi yang kami sebut ibu bangsa Sedari kami dalam kandungnya Tak sedikit lara disangga Pertiwi, ibu kami yang malang Bersamanya halang rintang Baginya bukanlah pengadang Tetap kami tumbuh berkembang Di tanah Ibu Pertiwi yang rindang Pertiwi, ibu kami yang lelah…

Gelap

Gelap

Gelap Tak dapat kupungkiri Membahana di setiap hati Saat aku bertemu Pada tetes hujan yang kelabu Gelap Haruskah aku kembali Untuk menerangimu Di setiap malam Gelap Harusnya aku disini

Waktu

Waktu

Waktu itu seperti badai, Terkadang kita terhenyak dibuatnya, Dan seraya berkata, Bergegaslah,dan bersiaplah, Entah apa yang akan datang. Aku hanya bisa berdiam, Menantikan apa yang akan terjadi, Namun apa daya, Kita tak bisa berbuat banyak. Terserahlah, Engkau memang membuat rusuh,…