Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Dalam Bis

Dalam Bis

langit di kaca jendela bergoyang terarah ke mana wajah di kaca jendela yang dahulu juga mengecil dalam pesona sebermula adalah kata baru perjalanan dari kota ke kota demikian cepat kita pun terperanjat waktu henti ia tiada… Karya : Sapardi

Dari Bentangan Langit

Dari Bentangan Langit

Dari bentangan langit yang semu Ia, kemarau itu, datang kepadamu Tumbuh perlahan. Berhembus amat panjang Menyapu lautan. Mengekal tanah berbongkahan menyapu hutan ! Mengekal tanah berbongkahan ! datang kepadamu, Ia, kemarau itu dari Tuhan, yang senantiasa diam dari tangan-Nya. Dari…

Mata Hitam

Mata Hitam

Dua mata hitam adalah matahati yang biru dua mata hitam sangat kenal bahasa rindu. Rindu bukanlah milik perempuan melulu dan keduanya sama tahu, dan keduanya tanpa malu. Dua mata hitam terbenam di daging yang wangi kecantikan tanpa sutra, tanpa pelangi.…

Pada Suatu Hari Nanti

Pada Suatu Hari Nanti

Pada suatu hari nanti, Jasadku tak akan ada lagi, Tapi dalam bait-bait sajak ini, Kau tak akan kurelakan sendiri. Pada suatu hari nanti, Suaraku tak terdengar lagi, Tapi di antara larik-larik sajak ini. Kau akan tetap kusiasati, Pada suatu hari…

Doa

Doa

kepada Pemeluk teguh Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namaMu Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh Cahayamu panas suci tinggal kerdip lilin dikelam sunyi Tuhanku Aku hilang bentuk remuk Tuhanku aku mengembara dinegeri asing Tuhanku dipintuMu aku mengetuk aku…

Ibu

Ibu

kalau aku merantau lalu datang musim kemarau sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting hanya mata air air matamu ibu, yang tetap lancar mengalir bila aku merantau sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari…

Sajak Putih

Sajak Putih

Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari…

Rumahku

Rumahku

Rumahku dari unggun-unggun sajak Kaca jernih dari segala nampak Kulari dari gedung lebar halaman Aku tersesat tak dapat jalan Kemah kudirikan ketika senjakala Dipagi terbang entah kemana Rumahku dari unggun-unggun sajak Disini aku berbini dan beranak Rasanya lama lagi, tapi…

Penerimaan

Penerimaan

Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri Kutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kembang sari sudah terbagi Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani Kalau kau mau kuterima kembali Untukku sendiri tapi Sedang dengan…

Rasa Getar

Rasa Getar

kau bisikan kata cinta,, setiap waktu,, kau ajarkan kasih sayang,, hingga detik ini,, mungkinkah aku bisa mencintaimu,, selamanya,, hingga maut kata pujangga,, bukan berarti aku tak yakin,, tapi sungguh entah,, bila hasrat telah usai,, mungkin ini semua akan selesai