Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Salam

Salam

salam-salam ku kirimkan dari sudut kota, untukmu, pria berwajah dingin namun menghangatkan aku titip salam untuk mama mu, agar mengingatkan mu makan teratur dan jangan terlalu larut dalam perkemahan nanti kamu rindu aku, senja di penghujung hari jaga dirimu baik-baik.

Hati yang tercabik

Hati yang tercabik

Tersentak,terbangunku dari lelapnya tidurku. Peluh banjiri tubuh lelah ini, fikiran berkecamuk,desak ingatan akan mimpiku barusan. Air mata pun tak dapat kubendung hati bagai tercabik cabik,luka begitu dalam,yang sedang kualami terbawa mimpi. Dua mataku saksikan dirimu hanyut dalam pelukkanya,jiwa meronta tak…

Teduh Jiwa ku Melihat nya

Teduh Jiwa ku Melihat nya

teduh jiwaku melihatnya sejuk hatiku memandangnya ceria berlarian di pinggir taman tertawa lepas bercengkrama teduh jiwaku melihatnya melihat senyum manis di bibirnya memandang cantik wajah nya menilik pribadi sikapnya Dia… sandaran hati tumpuan jiwa tempat berbagi kisah cerita sedih luka…

Rasa

Rasa

Perlahan rasa lembut nan teduh mulai hadir dalam benakku Seolah seperti gelombang yang berdebur secara perlahan menyapu halus kedalam hati. Ya,perlahan namun pasti Pasti untuk tetap bertahan dalam rasa cinta yang bimbang ini. Harus ku akui Ingin sekali rasa jumpa…

Syukur

Syukur

Amazingly, Aku ada kaki untuk berjalan, Setiap detail perjalanan dapat aku hargai dengan lebih mendalam, Aku bina hidup aku untuk menjadi lebih senang, Saat kekayaan menggunung, Aku akan kembali semula pada kosong, Detik masa yang sukar hanya sementara, Aku mula…

Mengharapkan Pertemua Itu

Mengharapkan Pertemua Itu

Berlari mengejar mimpi, Tersungkur aku dilembah fitnah, Hidup dalam kesatuan, Mencari gua ingin bersembunyi, Dimana pautan, Allahummasolliala saiyidina Muhammad, Aku angankan cahaya, Aku percayai, Aku melihat dan merasa, Petunjuk yang diberi, Aku mendoakan agar dilindungi hidayah dan rahmah, Percaya tersenyum…

Di Dekat Tanjung, Ibu Berdoa

Di Dekat Tanjung, Ibu Berdoa

wajahmu seluas tanjung ketika langit dan tanganmu terkhatub sujud mendoakan jarak yang membentang bumi seperti perutmu yang lapar meminta anak baru agar kau tidak kesepian menemani laut sebab anak kandungmu sudah menjadi batu karang diam mengeram dosa deretan doa menanjak…

Tak berujung

Tak berujung

Pikiran ku melayang ntah apa yg terjadi d dalam haty ku Di sudut keramaian bibir tak dapat tersenyum manis Aku merasakan sedih yg tak berujung Di haty ku masi terasa perih yg tak dapat ku ungkap kan Aku ingin berteriak…

Jerit tangis ku

Jerit tangis ku

jerit tangis dalam haty yg tak tertahankan aku merasakan haty yg membeku aku sulit merasakan jantung ku yg tak berdetak ku pejamkan mata ini sulit ku bernafas dengan baik aku bingung …. entah harus k mana dan di mana aku…