Puisi Eddo Ahmad Fauzi Berjudul Selamat Tinggal 4 Bait 15 Baris
E
Selamat Tinggal
© Eddo Ahmad Fauzi
aku tidak pernah mengikatmu
untuk selalu bersamaku
ketika kamu memang ingin pergi
aku persilahkan kamu untuk pergi tanpa kembali
apabila memang aku tidak seperti apa yang kamu harapkan
tidak seperti apa yang kamu bayangkan
pergilah dan tinggalkan
tapi ingat!
ketika aku menjadi orang yang hebat
menjadi orang yang tepat
kamu tidak akan pernah lagi membuatku terpikat
dulu yang ku anggap hubungan itu kekal
ternyata hubungan itu kau penggal
pada akhirnya
aku yang akan mengucap selamat tinggal.
Puisi “Selamat Tinggal” ini berhasil menyampaikan emosi perpisahan yang kuat dan mendalam. Penggunaan kalimat yang lugas mencerminkan ketulusan dan keikhlasan penulis dalam menghadapi kenyataan pahit dari sebuah hubungan. Meskipun terkesan sederhana, pilihan kata yang digunakan mampu menggugah rasa simpati dan refleksi dari pembaca tentang hubungan yang tidak berjalan sesuai harapan. Namun, struktur dan ritme puisi ini sedikit kurang teratur, sehingga mengurangi keindahan bahasa yang diharapkan. Meski demikian, ide tentang penerimaan dan harapan untuk masa depan yang lebih baik adalah sentuhan yang orisinal dan relevan. Makna mendalam tentang perpisahan dan pengembangan diri tetap dapat dirasakan, meski elemen kejutan dalam puisi ini mungkin tidak terlalu mencolok. Secara keseluruhan, puisi ini mampu menyentuh hati dan memberikan ruang untuk merenung, walau masih ada ruang untuk perbaikan dalam aspek penyampaian estetikanya.