Asa

wahai rumputan, pesanmu pada hujan belum tersampaikan karena angin masih ingin jalan-jalan mengusir gerah badan 21/11/2018

wahai rumputan, pesanmu pada hujan belum tersampaikan karena angin masih ingin jalan-jalan mengusir gerah badan 21/11/2018

Mata ini seperti terasing Katapun tersesat tanpa arah Disini terbunuh jarak Hanya terdiam Kaki ini terpasung Dan tangankupun terikat Masih disini terbunuh jarak Hanya terdiam Tatapan itu hanya bersua dalam hayalan Hanya bermain dalam imajinasi Hanya hanya…Hanya dalam lamunan Sekedar…

rindu sendu mengharu kalbu sunggu berbakat kau petik hati jikalau resah akan kehilangan jangan berpikir aku lenyap sampaikan pelukku, wahai kusam sungguh tiada tampak jiwa berbunga lebih lebih ku tak bertutur hatiku rindu bukan kepalang nestapa gancaran dilalui waktu memisahkan…

Terik hujan menjebak karsa Terikat hening melahap rasa Terbakar menjadi jelaga Tersirat melewati masa Kini masih terasa Kini menjadi bejana Sebab lisan tiada berdaya Sebab melihatmu menjadi sebuah upaya Tentang mu masih bernyawa Tentang mu yang tiada di dunia maya…

Senja… Kutitip sepenggal asa ini yg ternoda kutitip luka ini dilangit yg menjingga Kunikmati derita ini hingga malam tak mampu menerjemahkan kesunyian Biarkan semuanya abadi hingga mayapada berhenti digelar

Kubuka gawai Tergambar jelas potret kita Kukira api rindu akan padam Nyatanya ia semakin menghujam

Dari atas puncak ini Kutemukan damainya diri Silih bergantinya senja dan fajar Terpampang jelas di depan netra Seisi sukma seakan terbius Pada kirana keagungan Tuhan Jiwa raga bahkan semuanya Enggan beranjak untuk kembali Banjarnegara, 28 september 2019

Layak langit Laksana bulan Namun sekelumit Hanya tertawan Berganti fajar Dan sang embun terhampar Seperti terdampar Melihatmu jauh samar Tapi aku tidak mundur Kepergianku bukan berarti gugur Mungkin saat ini sepi mengguyur Tapi yakinlah esok pasti melebur Dan saat itu…

Menetap atau meratap, Yang selalu ditatap tidak berjanji akan menetap, Alang langit mulai gelap, Bilaman awan ingin meratap

Ku rangkai kata dalam sebuah puisi lara, Ku kemas duka dalam bejana siksa ku jadikan sketsa hayal ku untuk ku nikmati saat kelam ku menghampiri torehan luka demi luka silih berganti merongrong raga ingin rasa menjerit membelah langit namun apa…