Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Tanya

Tanya

Ada dunia disekitarmu Ada dirimu di keasingan itu Laksana mentari berganti rembulan Begitulah kedatangan berganti kepergian Penahkah kembali kau hitung waktumu Yang telah terbuang tanpa ada satu setan pun yang tahu? Sudahkah kau kembali meretapi Setiap penyesalan hidup yang terjadi?…

YANG INDAH ITU BAHASA

YANG INDAH ITU BAHASA

buatlah puisi yang lahirnya dari hatimu sendiri, kesannya bisa terpalit pada jiwa-jiwa pendengar, kata-katamu yang terkandung hikmah didalamnya, suatu ayat yang berisi cahaya kebenaran bagi yang kehilangan, tanpa dicemari dengan zina hati dan keruntuhan akidah, yang menyanjungi perbuatan kezaliman dan…

CINTA SI FASIK BUAT SI ABID

CINTA SI FASIK BUAT SI ABID

si fasik malu untuk meluahkan cinta pada si abid, ingin saja dibuang perasaan cinta hingga gila, si fasik tidak reti adab berdoa, yang dilakukannya hanya kemungkaran, sedang hatinya sentiasa gundah gulana, yang dilihat pada si abid adalah syurga, sedang mimpi-mimpi…

MINTA ZUHUD DUHAI DIRI

MINTA ZUHUD DUHAI DIRI

lupa, lalai, apa harta yang aku miliki? keistemewaan apa yang aku kejarkan, mana hati yang suci tanpa debu nafsu dan permintaan, jodoh? bukan pada harta dan paras rupa, jodoh pada takdir dari Tuhan, jiwa aku sakit tanpa nasihat alim ulama,…

Bingkisan Doa dalam Sujudku

Bingkisan Doa dalam Sujudku

Cinta kasih ibu telah menghapus usangnya dunia, ialah kehidupan yang dahulu kelabu Kasihnya padaku tak hanya berakhir di batas senja, melainkan kian berlanjut seiring bergantinya masa Jemariku menghitung detak waktu yang berlalu, tanpa ku sadari tiba pada suatu hari nan…

panah cinta

panah cinta

Susunan kata megah jiwa..alunan irama bibir mengungkap satu persatu..terhentak,terhantuk oleh madah membuat hati memberontak..gerak watak seolah selari..ibarat berlari tiada terperi..ku genggam ianya hampir mati..bersemi di dalam hati..biar layu menjadi arang dan lebur menjadi debu..angin menjadi saksi..senantiasa setia menjaganya..tanah masih dibawah,langit…

YANG TERGERUS

YANG TERGERUS

Sepi menyeruak, dari raga yang t’lah lama tak sudah semarak Kelam datang pula tak lantas lalu, pada angin terhempas nan bisu Malam sudah menggelayut, tapi bintang tak juga kerlip, pekat tak surut Ombak berdebut, menderu mengharu Menyadar ‘kan jarak Bima…

Betapa Berartinya

Betapa Berartinya

Kecil mungil… Terlihat lembut saat kau mengusapnya,,, Jemari-jemari yang lembut,,, Mulai menampakan keceriaannya dikala matahari tersenyum,,, Memandang jauh disana terlihat terang,tak seperti gelap gulita lagi,,, Kini mulai tampak mengucapkan kata-kata,,, Si mungil mulai memanggilnya,, Yang pertama dan terutama di lantunkan…

JERITAN HATI

JERITAN HATI

dikala senja dihamparan pasir putih mentari kembali membenamkan diri deru ombak hembusan angin merengkuh dalam jeritan hati seakan diri tak pernah berarti

Jagalah

Jagalah

Airmata..kau berhentilah menitis Jemari kesatlah pipi Hati..mengapa lagi bersedih Kerna semuanya takkan kembali Takdir mengubah hubungan kita Dia Maha Tahu semuanya Bicara hanyalah dalam doa yang dipanjatkan pada Maha Kuasa Ya Tuhanku Perliharalah diri ini menempuh hidup warna warni..tabah menerima takdir…