Puisi Wahyu Eka Nurisdiyanto Berjudul Gerbang Mimpi dan Ambisi 4 Bait 18 Baris
Gerbang Mimpi dan Ambisi
Aku masih mencoba, berkelana, juga mencari
Ini adalah metamorfosis hidupku nan hakiki
Mendalami tiap hentakan langkah kaki
Aku berpegang pada keyakinan diri
Dari beribu sangsi yang membelenggu mimpi dan ambisi
Tebal tipis kabut kemunafikan kuperangi
Tersandung di tengah jalanan terjal bergerigi
Sekalipun tak membuat diri ini berhenti
Kusandarkan lelahku pada satu mimpi
Kubawa tangisku pada satu ambisi
Gerbang akbar sepanjang zaman kokoh berdiri
Tampak tegak menjulang tinggi
Tak lagi andai namun pasti, kubuka gerbang mimpi dan ambisi
Di dalamnya bertaburan bintang-bintang sejati
Berkilauan cahya ketulusan hati para insan berdikari
Kudapatkan sambutan sepenuh hati atas segala yang kulalui
Seakan semesta turut bersaksi, antara aku bersama mimpi dan ambisi
Trenggalek, April 2017
Puisi “Gerbang Mimpi dan Ambisi” ini menyajikan perjalanan emosional yang kuat dalam pencarian diri dan harapan. Penulis berhasil mengekspresikan keraguan dan keyakinan dengan bahasa yang lugas dan puitis. Metafora ‘gerbang’ yang melambangkan peluang dan impian memberikan kedalaman pada narasi, sementara gambaran bintang-bintang dan cahaya ketulusan hati menambah keindahan visual yang menyentuh. Meskipun tema ambisi dan mimpi cukup umum, penanganan penulis yang personal dan reflektif memberikan nuansa keaslian. Beberapa bagian puisi terasa repetitif, namun ini bisa dipahami sebagai penguatan pesan. Secara keseluruhan, puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan arti dari perjuangan dan harapan, menciptakan resonansi emosional yang mendalam. Namun, elemen kejutan dalam penyampaian bisa lebih ditingkatkan untuk memberikan dampak yang lebih kuat di akhir puisi.