Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Puisi Kopi

Puisi Kopi

Tiada yang lebih pekat dari kopi yang kau buat dengan aroma cinta yang terlampau kuat dan membuat hatiku tertambat Hingga kesedihan yang seringkali mengikat pergi tanpa ada lagi niat untuk kembali dekat.

Saat Mentari Terbangun

Saat Mentari Terbangun

Mentari pagi terbangun dari tidurnya Awan pagi amat berseri Wahai engkau mentariku Bangunkan aku dari tidurmu Sadarkan aku dari mimpi tentangmu Engkaulah sang mentariku Cahaya dalam hatiku Yang mewarnai hariku Oh Tuhan sampaikan sejuta salamku padanya Wahai bintang jagalah tidur…

Sadar Diri

Sadar Diri

Bulan menemaniku,, surya tinggalkan hari,, bergantian,, pada ramah,, tunas bertumbuhan,, sehabis badai datang,, pasang dan surut,, peristiwa ini takkan selesai,, dan tak berakhir,, hingga semuanya mati,, mungkin benar kata kang Ebit,, Tuhan sudah bosan melihat kita,, selalu bangga dengan dosa,,…

Teman

Teman

Teman Waktu berlalu, tak terasa begitu cepatnya Saat berada didekat kalian aku merasa riang Kalian yang membuat hari ini tak begitu basi Lelucon, canda, tawa menyatu dengan serasi Kadang ada cinta, kadang ada benci Begitulah adanya Kau temanku, matahariku Menerangi…

Berantakan

Berantakan

asap hitam membumbung tinggi,, menembus awan,, melawan senja,, telah merenggut biru,, tiada lagi burung gereja berkicau,, dan tiada lagi minggu pagi yang cerah,, gemanya teredam,, berganti kegersangan,, mungkin aku mulai gila,, dengan apa-apa yang ada,, mungkin kamu akan pergi setelah…

Salahkah

Salahkah

mungkin kita berdua salah,, soal hubungan ini,, soal rasa ini,, soal kamu dan aku,, kenapa aku mencintainya,, lantas apalagi,, terus kamu mau meninggalkanku,, sendirian?? disini,, sungguh tak pernah kubayangkan,, sampai senja menutup langit dengan kejamnya,, padahal aku ingin kamu yang…

Tujuh Purnama

Tujuh Purnama

tujuh purnama itu pergi rinduku tak tertahankan,, cita dan harapanku pupus,, hilang dimakan bodoh,, jangan kau tahu ini,, diriku begini,, nanti kau pergi,, entah kemana,, hingga nanti kau hadir,, dalam mimpiku,,

Perempuan Muda

Perempuan Muda

Mengantuk perempuan muda itu,, di bak terbuka mobil,, waktu itu pagi sekali,, hingga aku tak kuat menahan dingin,, saat sorot lampu mobil itu menyinari,, dia terbangun,, sungguh sangat cantik,, namun kenapa kamu tidur di bak,, sungguh ku ingin memelukmu dengan…

Petuah

Petuah

hujanpun menangis saat malam menanggalkan pakaian menyembulkan kasunyatan dan memupuk kearifan usia bagai kereta meninggalkan kota menuju senja inginku pulang pada rumah yang rumpang sejak gigil menceraikan tawa dan air mata tak pernah lagi kusambangi cecumbuan bagai dengung; menyesap airmata…

Makam

Makam

Bagiku, raga layaknya telaga; jiwa terbunuh berlumur darah bagai jubah tenggelam sudah. Bait diatas dalam bahasa inggris : “Tomb” For me, the body like a lake, soul killed bloodstained like robes drowned.