Pada Bait

pada bait-bait ku tertawa kenapa melihatmu seperti, bunga-bunga indah bermekaran? pada diam ku berkata, “mengapa bahagia sederhana?” hanya denganmu, hanya dengan hadir senyummu.

pada bait-bait ku tertawa kenapa melihatmu seperti, bunga-bunga indah bermekaran? pada diam ku berkata, “mengapa bahagia sederhana?” hanya denganmu, hanya dengan hadir senyummu.

Guru Dalam kelas yang riuh hening bertasbih, Engkau hadir membimbing dengan penuh tulus, Memandu insan di jalan berkabut Guru Engkau ajarkan akal dan budi Agar kami menjadi manusia yang berpekerti Goresan tintamu membuka cakrawala kami Setiap katamu penuh akan makna…

jika merdeka adalah kebebasan mengapa masih ada merasa terpasung? ada ketakutan bersuara ada kecemasan berekspresi bersembunyi dibalik tembok kokoh mereka butuh jembatan untuk mengetuk hati para penguasa berharap bukan pahlawan kesiangan namun dia berani ambil risiko demi arti kebebasan Cikini,…

Entah mengapa hujan kali ini enggan mengusik mimpi Cepat reda tanpa membangunkanku dengan dersik rinainya Cukup berbisik pada bumi bahwa ada jiwa menyala Adakah hadirmu membersamai Pada kuntum hatiku yang sedang mekar Sebelum terjeda matahari Rasaku terlampau melangit Sekian masa…

malam semakin dingin dan angin mulai memburu dentuman suara itu mendayu dan menderu ku heran kau tetap suka dan tetap mau berseru padahal kaca jendelaku terus-terusan berguncang pilu korban berjatuhan kerugian bukan ratusan beribu semua mengumpat meski di belakang seraya…

menatapku pada bola mataku menatap akan keindahan sesuatu ku bagaimana rasanya apa yang kau sedang rasakan apa yang telah kau rasakan saat kau tetap aku menatapmu pada wajahmu menatap akan wajahmu bagaimana matamu sedang menatapi sesuatu ku apa yang telah…

jika ini yang dinamakan cinta aku sudah sangat sering merasakannya apabila ini yang dimaksud cinta aku tak bisa coba menghentikannya kalau ini yang disebut cinta aku terus berusaha untuk gapai semuanya andai ini merupakan cinta aku kan lalui denganmu bersama…

Rembulan malam penuh misteri Anjing melolong pada sepinya kota Putaran waktu terus melaju pukul dua Melemparkan rindu dekapan ibu Dersik berbisik padanya Ibu, wanita itu sudah tidak perawan lagi Dia menjual tubuh pada dunia yang fana Merelakan jiwa tergadaikan dalam…

Samudra ombang-ambingkan perahu biru Kulihat dua kelopak netra milikmu Teduh kulayari bersama asa Buih beriringan berebut bawaku kembali Berjalan susur dada pantai Kubenamkan kaki pada pasir sedalam ingatan Desah nyiur memanggilku pulang untukmu Surabaya, 21 November 2023

Kaukah itu? Kaukah mimpi itu? Jawablah jika engkau mendengarnya Taukah engkau… Semalam aku berbisik pada bumi Aku ceritakan tentangmu Semoga langit juga ikut mendengarkan Semoga semesta juga ikut mengiyakan Yaa, benar sekali Aku pengecut Aku seorang pecundang Menatap matamu saja…