Puisi Mochammad Ronaldy Aji Saputra Berjudul Cahaya Kalbu di Pagi Hari 3 Bait 12 Baris
M
Cahaya Kalbu di Pagi Hari
© Mochammad Ronaldy Aji Saputra
Pagi hari
Aku sendiri
Munculah cahaya matahari
Aku merenungi
Merasakan angin sepoi-sepoi
Kurenungi alam ini
Menemukan obat hati
Agar selalu dekat dengan ilahi
Begitulah cahaya hati
Kegundahanku berakhir disini
Hatiku terobati
Seperti matahari menyinari bumi
Puisi “Cahaya Kalbu di Pagi Hari” berhasil menciptakan suasana tenang dan damai melalui gambaran pagi yang cerah. Penggunaan cahaya matahari sebagai simbol harapan memberikan nuansa positif yang sangat kuat. Meskipun demikian, ada beberapa elemen yang dapat diperbaiki untuk meningkatkan kekuatan emosi, seperti penggambaran perasaan yang lebih mendalam. Keindahan bahasa cukup sederhana, namun dapat lebih dieksplorasi dengan penggunaan kiasan atau imaji yang lebih kaya. Ide tentang pencarian kedamaian batin sangat relevan dan orisinal, meskipun mungkin bukan hal yang baru dalam puisi. Kedalaman makna terasa memadai, tetapi dapat lebih diperkuat dengan eksplorasi tema spiritual yang lebih luas. Terakhir, elemen kejutan dalam puisi ini agak minim, sehingga pembaca mungkin tidak merasakan twist atau perubahan yang mengejutkan. Secara keseluruhan, puisi ini adalah karya yang menyentuh dan menawarkan refleksi, namun terdapat ruang untuk pengembangan lebih lanjut.