Kiriman Pembaca

Kiriman Pembaca

Explains

Explains

I give my words Before I try to explain all, I dont want you’ll wrong thinking and I have wrong feeling.. All people were think wrong that I live without you. Please, Dont break me down. It can make me…

Aku Dan KetidakBerdayaanku

Aku Dan KetidakBerdayaanku

Aku dan ketidakberdayaanku merasakan jauh darimu nyatanya kau begitu dekat denganku katakanlah sejujurnya kepadaku apa yang ada dibenakmu bukan hanya janji dan sumpah palsu lihatlah aku dan ketidakberdayaanku ini menanggung cinta sendiri apakah hidupku hanya ada airmata? apakah hanya ada…

Sejak Hilangnya Sajak

Sejak Hilangnya Sajak

Sejak hilangnya Sajak Tak lagi kurasa degub itu.. Saat mengungkap rindu dalam prosa Saat jiwaku mampu menyelami jutaan bahasa Tak lagi kudapati imaji imaji cinta dan syahdunya tulisan yang menyimpulkan rasa.. Semuanya perlahan hilang Semuanya perlahan menghambar dan tawar Saat…

Tidurnya Si Penyair

Tidurnya Si Penyair

Aku menemuimu malam itu bukan termenung atau terpekur seperti biasanya aku mendapatimu terduduk di kursimu yang lelah kau meringkuk dan melipat kedua tanganmu tak lupa serta, kau timpakan kepalamu diatasnya ada banyak kertas berserakan di mejamu dan kupungut satu lalu…

Metamorfosis

Metamorfosis

Dimalam pekat kami terikat Jatuh bersama sedu dan suka Tertuang sari bunga di seloki perak Terpanjat surat serta nubuat Makhluk lemah lembek tak bertulang Melata di sela sela semesta Menggerakan kaki Mengantukan jari Menunggu cahaya Hilang dalam terang Tak perlulah…

Zikir Cinta Diatas Ma’rifat

Zikir Cinta Diatas Ma’rifat

Karya : Mutia Irhamni Diatas sajadah suci aku bersimpuh Memuja dengan zikir Asma mu Laailalahaillallah … Temaram malam hening disudut kalbu Mengingatmu dengan seluruh .. Ya Rabb…. Aku bersujud kepadamu Kepada yang khaliq Kepada yang zat Kepada yang ghoib Dalam…

Lelah di Tangismu

Lelah di Tangismu

Aku menemukan mata yang tersiksa saat itu hujan yang berkerumun di sudutnya kemudian jatuh sungguh tak pernah benar-benar mengerti mengapa ia tumbuh dan mengalir begitu saja atau mungkin luka-luka di bias-bias sinar matanya itu sedang menangisi hawa yang rubuh di…

Hujan yang Melukiskanmu

Hujan yang Melukiskanmu

setiap awan yang menampung kenangan akan selalu bermurah hati untuk mencurahkannya saat musim hujan bertandang. seperti hari ini, hujan di kotamu kembali menyaji alinea yang pernah kita tinggali dan setiap jalan akan menggenangkan ingatan yang pernah kulewati saat aku pulang…

Mengenang kita

Mengenang kita

Hujan tadi menghantarkanku pada renjana Membawa hasrat pada cinta masa lalu Tersenyum mengenang kita yang tlah berlalu Sirna di antara terangnya kenyataan Runtuh dalam batin yang ku redam Bungkam dalam diamku.. Masih kita yang terindah.. Masih lagu lamamu yang syahdu…

Monolog Musim Hujan

Monolog Musim Hujan

aku hanya menerka bahwa airmata yang menetes itu adalah bentuk perdamaian dengan keadaan bahkan, bisa jadi suatu saat dengan keadaan sekarang yang tak kalah sengit akan kutarik hujan dari tiap lapis langit menuju mataku untuk hanya sekedar memberitahu bahwa aku…