Puisi Amrina Rizkiani Berjudul Teduh yang Berlabuh 4 Bait 17 Baris

A

Teduh yang Berlabuh

© Amrina Rizkiani

Di sebuah sandyakala yang menjuntai bak tirai jingga,
Kutemukan teduh yang berlabuh di pelupuk matamu
Ibarat dermaga yang menunggu kapal kembali,
Aku menyambutmu dengan segenggam rindu yang abadi

Ada aroma petrikor di setiap jejakmu,
Seolah membawa hujan yang tak pernah kering dari kenangan
Senyummu bak angin lembut yang menyapu ilalang
Merengkuh lengang tak berbilang

Pada langit yang menampung warna resah,
Aku menyerah
Kaulah teduh yang kucari,
Selimut bagi jiwa yang bertahun-tahun dilanda badai

Meski tak ada janji tentang hari esok,
Aku tahu,
Malam ini, aku aman di dermagamu
Sebab kau, teduh yang berlabuh di hidupku,
Ialah puisi yang tak pernah lelah kubaca setiap waktu


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *