Puisi PencilSpirit Berjudul SELAMAT LAHIR, PEREMPUANKU 6 Bait 43 Baris

P

SELAMAT LAHIR, PEREMPUANKU

© PencilSpirit

Hari ini aku tidak membawa bunga.
Aku membawa suaraku sendiri,
yang kadang patah,
kadang terlalu keras,
tapi jujur dari dada.

Dengarlah.
Usiamu bertambah satu langkah,
bukan sebagai angka,
melainkan sebagai pengalaman
yang pernah melukai
dan tetap kau peluk.

Aku tahu,
dunia sering menuntutmu
menjadi tenang,
menjadi rapi,
menjadi sesuai.
Padahal jiwamu
adalah api kecil
yang menolak padam
meski angin berkali-kali datang.

Pada hari lahirmu ini
aku tidak mendoakan kemewahan,
tidak pula keselamatan palsu.
Aku ingin kau hidup
dengan seluruh keberanianmu:
marah ketika perlu,
diam ketika lelah,
dan tertawa tanpa meminta izin.

Jika suatu saat
langit terasa rendah
dan hari-hari seperti tembok,
ingatlah—
ada aku
yang berdiri di hadapanmu,
bukan sebagai penonton,
melainkan sebagai saksi
bahwa hidupmu layak diperjuangkan.

Selamat lahir.
Berjalanlah terus.
Suarakan dirimu.
Karena mencintaimu
adalah keberpihakan,
bukan kebetulan.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *