Doa

Chairil Anwar

Kepada pemeluk teguh

Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguh mengingat

Kau penuh seluruh

CayaMu panas suci

Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk

remuk

Tuhanku aku mengembara di negeri asing

Tuhanku

di pintuMu aku mengetuk

aku tidak bisa berpaling

Share your love

One comment

  1. Keaslian Ide
    4
    Elemen Kejutan
    3
    Kekuatan Emosi
    4
    Kedalaman Makna
    5
    Keindahan Bahasa
    3
    3.8/5
    OVERALL SCORE

    Puisi “Doa” ini berhasil menyampaikan perasaan kerinduan dan kerentanan yang mendalam terhadap Sang Pencipta. Dengan pilihan kata yang sederhana namun kuat, penyair mengungkapkan perjalanan spiritual yang penuh liku, menciptakan suasana merenung yang intim. Penggunaan metafora seperti “CayaMu panas suci” dan “kerdip lilin di kelam sunyi” menggambarkan pencarian akan cahaya dalam kegelapan, yang sangat relevan dengan pengalaman banyak orang dalam menghadapi kesulitan. Meskipun beberapa frasa terasa sedikit repetitif, pengulangan tersebut justru memperkuat rasa harapan dan keteguhan iman. Puisi ini, dengan demikian, tidak hanya menjadi sebuah ungkapan doa, tetapi juga cerminan dari perjalanan batin yang universal. Secara keseluruhan, karya ini menonjol dalam emosi dan makna, meski masih ada ruang untuk eksplorasi lebih dalam dalam hal keindahan bahasa dan elemen kejutan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *